Bakal Panas Lagi, China Tuding Tentara AS Bawa Virus Corona ke Wuhan

Sabtu, 14/03/2020 07:47 WIB
AS vs China (Kastara)

AS vs China (Kastara)

Jakarta, law-justice.co - Hubungan AS dengan China sempat mencair diawal kemunculan virus corona yang meluluhlantahkan China, khususnya Kota Wuhan. Ammerika Serikat melalui Presiden Donald Trump menyampaikan dukungannya kepada China dalam menghadapi virus tersebut.

Namun, hubungan hangat tersebut bakal menajdi panas lagi menysul munculnya perndyataan seorang pejabat China yang menudian tentara Amerika Serikat membawa virus corona ke Kota Wuhan. Serangan itu sebagai respons setelah ada pejabat AS yang menyatakan, Beijing dianggap terlalu lambat dalam menangani wabah sejak berkembang tahun lalu.

Pejabat yang dimaksud adalah Penasihat Keamanan Nasional Robert O`Brien, yang berucap reaksi China menyebabkan dunia terlambat bertindak selama dua bulan. Dalam kicauannya di Twitter, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengunggah video Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Robert Redfield.

Zhao menyebut Redfield mengaku warga yang meninggal akibat flu ternyata dites positif virus corona, setelah dilakukan diagnosa posthumous.

"CDC tertangkap basah. Kapan pasien nol mulai terjadi AS? Bagaimana orsng-orang itu terlibat? Apa nama rumah sakitnya?" tuduh Zhao. "Mungkin saja militer AS yang membawa wabah ini ke Wuhan. Ayolah transparan! Beberkan data kalian ke publik! AS berutang penjelasan!" tantangnya dikutip Reuters via The Straits Times Kamis (12/3/2020).

Zhao, pejabat yang tergolong blak-blakan di Twitter, tidak menyebutkan sama sekali dasar klaimnya bahwa militer Negeri "Uncle Sam" yang harus disalahkan. Koleganya sesama jubir kemenlu China, Geng Shuang, sebelumnya sempat mengkritik Washington karena komentar mereka yang dianggap "tak bertanggung jawab dan amoral".
Saat ditanya terkait pernyataan O`Brien, Geng kepada awak media mengatakan tudingan yang dibuat AS tidak akan membantu mengatasi penyebaran. Dia menerangkan, upaya China untuk memperlambat penyebaran virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu harusnya memberikan dunia kesempatan.

"Kami berharap pada saat ini, sejumlah pejabat AS mencurahkan tenaga mereka untuk bekerja sama, bukannya malah menyalahkan kami," katanya.(Kompas.com)

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar