Puslitbang Diklat LPP RRI: Pengangguran Indonesia Sentuh 50 Juta Orang

Selasa, 03/03/2020 00:01 WIB
Pengangguran di Indonesia Mencapai 86 Persen atau Menyentuh 50 Juta Orang. (rri.co.id)

Pengangguran di Indonesia Mencapai 86 Persen atau Menyentuh 50 Juta Orang. (rri.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Angka persentase jumlah pengangguran di Indonesia saat ini tergolong banyak. Dilaporkan mencapai 86 persen dari total keseluruhan tenaga kerja dengan jumlah 14 persen.

Secara angka, jumlahnya juga tidak main-main, ada 7-50 juta orang dalam kondisi menganggur alias sulit mendapatkan pekerjaan saat ini.

Untuk mengurangi jumlah pengangguran, memerlukan peran serta banyak pihak. Pihak yang paling banyak berperan dalam mengurangi pengangguran adalah pemerintah pusat (34,7 persen), pemerintah daerah (33,4 persen), tenaga kerja itu sendiri (18,9 persen), dan pengusaha/swasta (13,0 persen).

Hal ini diungkapkan Peneliti Utama Puslitbang Diklat LPP RRI, Muhammad Qodari, dalam rilis terbaru di National Integrated Newsroom Radio Republik Indonesia, Sabtu (29/2/2020).

Responden yang menjawab jumlah pengangguran di Indonesia dengan nominal antara 7-50 juta orang mencapai 71,7 persen. Namun tak sedikit juga yang mengatakan jumlah pengangguran di atas 50 juta orang, yaitu sebanyak 13,2 persen.

Sedangkan masyarakat yang menilai jumlah pengangguran di Indonesia di bawah 7 juta orang mencapai 15,1 persen responden.

Metodologi survei yang digunakan dengan mengambil sample dari 5 (lima) provinsi di Indonesia yaitu : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dimana kelima provinsi tersebut setara dengan 55 persen populasi nasional.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota & purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 400 responden tersebar secara proporsional. Dengan margin of error sebesar ± 4.90 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang bertempat tinggal di wilayah survei.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner. Data telepon seluler responden diambil secara acak dari no telp seluler responden hasil survei nasional, survei pileg, survei pilkada dan quick count di setiap wilayahnya di masa sebelumnya.

Waktu pengumpulan data Tanggal 20 – 25 Februari 2020. (Ilustrasi Foto/Slide : Ant - FB Anggoro / Puslitbang Diklat LPP RRI). (rri.co.id).

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar