Sudah Keluarkan Biaya, Begini Permohonan Jasa Travel ke Arab Saudi

Jum'at, 28/02/2020 19:14 WIB
Sebanyak 16 kloter atau 6.616 jemaah haji Indonesia berangkat ke makkah (foto : darmasiataumroh.co.id)

Sebanyak 16 kloter atau 6.616 jemaah haji Indonesia berangkat ke makkah (foto : darmasiataumroh.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Penutupan sementara pintu kedatangan jemaah umrah di Arab Saudi akibat dampak virus corona sangat merugikan perusahaan jasa perjalanan ibadah umrah. Untuk di Sumatera Utara, terdapat ribuan calon jemaah umrah yang sudah mengantongi visa umrah dari berbagai perusahaan jasa perjalanan umrah tersebut.

"Jadi yang kasihan PPU (perusahaan perjalanan umrah)-nya. Yang untuk berangkat tanggal 1, 2, 3, 4 Maret, itu biayanya sudah keluar semua, pesawat, hotel, visa. Tapi ini di-hold, sampai kapan belum tahu," kata Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (FKPPIU), Bob Nasution kepada wartawan di Medan, Kamis (27/2/2020).

Bob menjelaskan para biro perjalanan umrah akan merugi karena asuransi tidak meng-cover kegagalan berangkat selain karena faktor sakit dan mati. Dengan itu, biaya tambahan akan ditanggung sendiri oleh perusahaan jasa perjalanan umrah tersebut.

Selain itu, penundaan keberangkatan ini akibat antisipasi virus corona yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi. Menurut Bob juga akan merugikan juga calon jemaah umrah dari segi waktu dan biaya tambahan.

"Diperkirakan untuk di keempat tanggal itu (awal Maret), ada setidaknya 1.000 calon jemaah yang seharusnya diberangkatkan," tutur Bob.

Bob mengungkapkan risiko terbesar adalah calon jemaah umrah akan meminta kembali uang sepenuhnya. Sedangkan uang tersebut sudah dibayarkan untuk transportasi hingga akomodasi.

Bob berharap ada komunikasi diplomatis Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab agar calon jemaah umrah asal Tanah Air ini diberikan izin masuk ke Tanah Suci dengan pengawasan kesehatan ketat. Jadi, tidak ada calon jemaah umrah yang terjangkit virus asal Kota Wuhan China itu.

"Calon jemaah yang tidak mengerti pasti akan meminta uangnya dikembalikan. Sementara mana ada duit kita untuk mengembalikannya," tandas Bob. (waratekonomi)

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar