Ini Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Kulon Progo

Jum'at, 28/02/2020 11:20 WIB
Ilustrasi (Sorotkulonprogo)

Ilustrasi (Sorotkulonprogo)

law-justice.co - Hiu paus kembali terdampar di perairan Kulon Progo, Yogyakarta pada Kamis 27 Februari 2020. Kali ini mamalia bernama latin Rhincodon typus terlihat di pantai yang di perbatasan antara Glagah dan Congot, Kapanewon Temon.

Kemunculan hiu paus pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang sedang memancing. Kemunculan warga melaporkan ke SAR yag sedang berjaga. 

Wakil Koordinator SAR Linmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo, Samsudin mengatakan kemunculan hewan dilindungi tersebut berlangsung cukup singkat. Setelah sempat terlihat di permukaan, tidak lama kemudian kembali ke tengah laut.

Tim SAR menduga, hewan tersebut sama dengan yang sebelumnya terdampar di kawasan pantai Glagah dan Garongan. "Sepertinya sama, panjangnya juga sekitar tiga sampai empat meter," ucapnya.

Samsudin menjelaskan, terdamparnya hiu paus secara beruntun dalam beberapa hari terakhir tersebut dimungkinkan berkaitan dengan peredaran sampah rumah tangga di lautan. Saat musim hujan seperti sekarang ini, volume sampah yang datang dari muara menuju laut akan lebih banyak.

"Jika melihat kasus sebelumnya, ada kemungkinan ini karena faktor sampah. Dulu pernah ditemukan hiu paus yang mati terdampar, gara-gara makan sampah," ucap Samsudin.

Dia menambahkan, kemungkinan yang lainnya dikarenakan faktor alam. Ombak pantai selatan jawa yang cukup besar, bisa menyeret spesies tersebut hingga ke pinggir pantai. "Mungkin juga karena sekarang lagi musim ikan. Diduga hiu paus ini sedang mencari makan ikan-ikan kecil," ujarnya.

Kusmiran, 62 tahun, warga Glagah mengatakan, kemunculan hiu paus di kawasan pantai Glagah seperti siklus tahunan, meski yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini seperti tidak lazim. "Yang kali ini agak beda, karena muncul terus dalam hitungan hari. Padahal biasanya sekitar sebulan sekali," ungkapnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY, Untung Suripto mengatakan, hiu paus merupakan mamalia laut (cetacea), termasuk hewan yang dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/KEPMENKP/2013.

Untung menjelaskan, ada beberapa penyebab hiu paus terdampar ke pinggir laut. Selain karena karena alam (gelombang besar), polusi juga bisa menjadi penyebab hiu paus mencari makan sampai jauh ke dekat pantai. 

Faktor lainnya, karena gangguan dari aktivitas manusia seperti sonar kapal atau percobaan bom atau nuklir di laut, sehingga navigasi hiu paus terganggu.

"Makanan dari hiu paus adalah plankton dan ikan atau udang kecil. Setiap tahun ada kejadian seperti ini, namun tempatnya tidak selalu sama," ujar Untung.

Dia mengimbau, jika menemukan hewan seperti hiu paus ini terdampar di pinggir pantai, warga termasuk nelayan bisa membantu menghalau agar bisa kembali ke lautan. Hal ini dilakukan agar hewan ini terhindar dari kepunahan. (Tagar)

 

(Hidayat G\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar