Disebut Tak Ada Kerjanya, Stafsus Milenial Jokowi Makan Gaji Buta

Kamis, 27/02/2020 07:59 WIB
Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: KOMPAS.com)

Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: KOMPAS.com)

Jakarta, law-justice.co - Aktivis politik Rahman Simatupang menilai staf khusus milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) makan gaji buta dan menghabiskan anggaran negara.

Pasalnya kata dia, kinerja mereka tidak jelas dan lebih pada bagi-bagi kekuasaan.

“Staf khusus milenial Presiden Jokowi hanya makan gaji buta,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Selasa (25/2/2020).

Menurut Rahman, kinerja staf khusus milenial tidak terlihat.

“Staf khusus milenial diam saja terhadap Omnibus Law, dalam pemberantasan korupsi juga tidak punya peran,” ungkapnya.

Kata Rahman, staf khusus milenial lebih baik dibubarkan saja. “Tidak ada gunanya staf khusus milenial Presiden Jokowi,” jelas Rahman.

Rahman mengatakan, keberadaan staf khusus milenial Presiden Jokowi tidak mempunyai dampak terhadap kalangan milenial.

“Kalangan milenial tidak tahu keberadaan staf khusus milenial Presiden Jokowi,” pungkasnya. (Suaranasional.com).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar