Pasien Suspect Corona di Semarang Meninggal, Pemerintah Diminta Jujur

Rabu, 26/02/2020 13:46 WIB
Menkes Terawan (katadata)

Menkes Terawan (katadata)

Jakarta, law-justice.co - Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian kesehatan (Kemenkes) selalu mengatakam bahwa penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 belum ada di Indonesia. Namun, meninggalnya seorang pasien yang diduga atau suspect corona di RSUP Dr. Kariadi Semarang, harus membuat pemerintah lebih jujur dalam menyampaikan apa yang terjadi di tanah air.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengurai bahwa kematian itu membuat banyak pertanyaan di publik muncul. Salah satunya mengenai pernyataan dari pemerintah yang sempat menyebut bahwa orang yang terinfeksi corona bisa sembuh sendiri. “Lha ini baru suspect sudah meninggal,” katanya, Rabu (26/2).

Menurut Iwan Sumule, kasus ini harus menjadi bahan refleksi bagi pemerintah untuk lebih jujur dalam menyampaikan sebuah kasus. Sebab dengan kejujuran itu, rakyat bisa menjadi mawas diri.

Dengan kata lain, pernyataan yang asal seperti orang terinfeksi corona bisa sembuh sendiri, jangan sampai terulang kembali. “Itu bisa menyesatkan dan membuat rakyat tak acuh,” pungkasnya.

Pasien suspect corona meninggal usai mendapat perawatan di ruang isolasi RSUP. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Agoes Oerip Poerwoko mengurai bahwa pasien yang dimaksud adalah WNI pria berusia 37 tahun yang sempat melakukan perjalanan dari Spanyol ke Dubai lalu Jakarta. Namun demikian, pasien tersebut telah dinyatakan negatif corona. (Rmol)

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar