Virus Corona Mencekam, WNI di Kapal Jepang Minta Dijemput Pemerintah

Senin, 24/02/2020 08:33 WIB
Ilustrasi (Tagar)

Ilustrasi (Tagar)

law-justice.co - Wabah virus corona yang mulai menjangkiti Jepang, membuat seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Dede terjebak di dalam kapal pesiar. Dia berharap bisa segera dipulangkan ke Tanah Air oleh Presiden Jokowi maupun jajarannya.

Sebab, dia mengaku sudah lebih dari 14 hari, 74 WNI terjebak di Kapal Diamond Princess akibat wabah virus corona. Diketahuinya, empat WNI yang bekerja sebagai kru kapal tersebut kabarnya sudah ada yang positif terinfeksi virus corona, sehingga mesti dirawat di rumah sakit di Jepang.

Pemilik nama lengkap Dede Samsul Fuad sekaligus warga Kabupaten Pandeglang itu meminta pemerintah segera memulangkannya, karena takut tertular tertular virus corona, yang merebak di Asia.

Direktur Utama LPK HEL Labuan Efqi Anwari sekaligus mentor bahasa Dede menyampaikan kepada Tagar pada Minggu, 23 Febuari 2020, melalui sambungan telepon. 

Dia membenarkan kondisi muridnya yang sudah tiga bulan kerja di kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, saat ini kangen kampung halaman ingin bertemu keluarga, rindu kampung halaman. 

Tebersit di pikiran Dede, hanya meninggalkan Negeri Sakura secepatnya.

"Dede Samsul menginformasikan ke kami bahwa dia telah menyelesaikan karantina sesuai dengan aturan dari pemerintah Jepang, karena ada beberapa tamu dan kru kapal yang positif virus corona," ucap Efqi kepada Tagar, Minggu, 23 Februari 2020.

Dia melanjutkan, akan tetapi setelah melakukan karantina selama 14 hari di sana, pihak agensi maupun dari pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri hanya memberi informasi kepada pihak keluarga untuk terus bersabar dan berdoa.

"Hanya itu, tanpa ada kejelasan," kata dia.

Virus corona merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan korbannya terus berjatuhan dari hari ke hari. Efqi sangat mencemaskan kondisi yang bersangkutan.

"Untuk yang positif sudah dibawa ke rumah sakit. Sedangkan untuk yang masih negatif diminta bertahan atau stay di kapal sambil menunggu informasi," ucapnya.

Dia mengaku mendapat informasi dari para kru kapal, khususnya yang berasal dari Indonesia, bahwasannya mereka kecewa kepada pemerintah. 

Sebab, sampai saat ini belum memberikan lampu hijau, apakah diperbolehkan pulang atau tidak. Hidup mereka bak layang-layang yang ditarik ulur saja.

"Karena berdasarkan informasi dari mereka, satu jam saja sudah seperti seminggu tinggal di kapal, karena suasana yang mencekam," ucapnya teramat cemas.

Dia berharap pemerintah melek mata terhadap nasib WNI yang hingga kini masih berada di luar negeri. Jangan sampai kalah cepat dengan respons negara lain yang melindungi WN seutuhnya.

"Harapan kami, untuk murid kami, agar pemerintah berupaya dan memaksimalkan kinerjanya, agar segera memastikan pemerintah bisa menjemput atau memulangkan kru-kru yang ada di kapal pesiar. Sebab, kru-kru yang berasal dari negara lain infonya sudah dijemput oleh pemerintahnya," kata dia.

Hal senada dilontarkan kakak kandung, Dede Samsul, Maesaroh Putri. Dia membenarkan saat ini adiknya meminta segera dijemput dan dipulangkan ke Indonesia.

"Iya pengen banget buru-buru pulang, karena sudah beberapa minggu sudah dievakuasi tapi belum ada kejelasan dari pemerintah," ucap Maesaroh.

Dia berharap pemerintah bisa memulangkan adiknya karena dikhawatirkan jika tidak dilakukan sesegera mungkin, ditakutkan kadung tertular virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

"Kita khawatir jika kelamaan nanti bisa terdampak juga. Pengennya cepet dipulangkan saja, segera dijemput adik saya, itu saja, enggak muluk-muluk," katanya dengan nada tegas.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Pandeglang Usep Saepudin pun meminta hal yang sama. Dia ingin Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang turun tangan dengan nasib warga Pandeglang yang kini terjebak di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang.

"Pemerintah daerah harus reaktif, paling tidak meminta bantuan pusat untuk segera menyelesaikan persoalan ini," kata Usep.

Dia menyarankan seyogianya Bupati Pandeglang dapat segera turun tangan membantu mengevakuasi warganya, dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, melakukan penjemputan yang kondisinya mencemaskan.

"Jangan jadi pemimpin kalau ga memikirkan nasib rakyatnya. Jadi Pemerintah Daerah Pandeglang harus cepat meminta bantuan ke Presiden (Jokowi) supaya bisa menjemput warga Pandeglang yang ada di Jepang," tuturnya. (Tagar)

(Gumilang Hidayat\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar