Ini Dia Cara Melakukan Pertolongan CPR pada Dewasa dan Anak

Minggu, 23/02/2020 19:00 WIB
Teknik pertolongan pertama CPR untuk orang awam (Foto:Sehatq.com)

Teknik pertolongan pertama CPR untuk orang awam (Foto:Sehatq.com)

Jakarta, law-justice.co - Resusitasi jantung paru (CPR) mampu menyelamatkan nyawa seseorang di situasi darurat. Melakukan cara resusitasi jantung paru atau CPR yang benar dapat menjadi pertolongan pertama pada orang dewasa maupun anak yang detak jantung atau pernapasannya berhenti.

Lantas bagaimana cara melakukan CPR? Dan apakah melakukan CPR dapat menjadi cara pertolongan pertama pada serangan jantung? Apa Itu Resusitasi Jantung Paru atau CPR?

Resusitasi jantung paru dalam bahasa Inggris disebut cardiopulmonary resuscitation sehingga sering disingkat CPR. Resusitasi jantung paru adalah sebuah metode darurat yang dapat membantu menyelamatkan hidup seseorang jika pernapasan atau detak jantungnya berhenti. Contohnya saat seseroang mengalami henti jantung atau hampir tenggelam.

Henti jantung atau cardiac arrest adalah kondisi yang membuat jantung seseorang berhenti berdekat. Selama mengalami kondisi ini, jantungnya tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak dan paru-paru. Itu sebabnya henti jantung bisa berujung ke kematian dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan menit.

Melakukan CPR adalah cara pertolongan darurat untuk kondisi henti jantung. CPR dilakukan dengan memberikan tekanan ke dada untuk meniru cara jantung memompa darah. Tekanan ini membantu menjaga darah tetap mengalir ke seluruh tubuh.

Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena penyumbatan peredaran darah ke jantung. Seseorang yang mengalami serangan jantung masih bisa berbicara dan bernapas.

Karena itu resusitasi jantung paru atau CPR bukan cara melakukan pertolongan darurat pada serangan jantung. Akan tetapi orang tersebut harus segera pergi ke rumah sakit. Sebab serangan jantung meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi henti jantung.

Bagaimana Cara Melakukan Pertolongan CPR?
Ada dua macam resusitasi jantung paru atau CPR, yaitu CPR  oleh orang yang terlatih (seperti tenaga medis atau orang yang telah mengikuti pelatihan) dan CPR yang dapat dilakukan oleh orang awam. CPR orang yang terlatih dilakukan memberi tekanan ke dada dan pernapasan mulut ke mulut yang dilakukan dengan teknik khusus.

Sedangkan CPR yang dilakukan oleh orang awam hanya dilakukan dengan memberi tekanan ke dada. Cara melakukan resusitasi jantung paru ini dianjurkan bagi orang-orang awam yang melihat orang dewasa, remaja, atau anak-anak yang tiba-tiba pingsan dan jauh dari rumah sakit (misalnya di rumah, di tempat kerja, atau di taman).

Untuk mempelajari cara melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan teknik khusus, Anda perlu mengikuti kursus pelatihan pertolongan pertama yang terakreditasi. Yang diajarkan kursus itu termasuk cara melakukan CPR dan cara menggunakan alat automated external defibrillator (AED).

Namun untuk melakukan CPR dalam situasi darurat, tidak menjadi soal apakah Anda sudah mengikuti pelatihan atau tidak.

Berikut langkah-langkah cara melakukan resusitasi jantung paru (CPR) yang benar pada orang dewasa, remaja, maupun anak-anak.

Sebelum Melakukan CPR Periksa Dulu:
- Apakah lingkungan sekitar aman bagi orang tersebut?
- Apakah orang itu masih sadar atau sudah tidak sadarkan diri?
- Jika orang tersebut tampak tidak sadar, coba tepuk atau goyangkan pundaknya dan tanyakan dengan keras, “Apa kamu baik-baik saja?”
- Jika orang tersebut tidak merespons dan ada orang lain di dekat Anda, mintalah dia menelepon nomor telepon darurat 112 atau rumah sakit terdekat untuk minta ambulans segera.
- Jika Anda sendirian dan sedang membawa HP, hubungi dulu 112 atau rumah sakit terdekat sebelum memulai CPR.
Setelah itu, langsung mulai lakukan CPR. Atau langsung lakukan CPR jika Anda tidak membawa HP atau tidak ada yang bisa dihubungi.

Sumber :Deherba.com

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)
Share:



Berita Terkait

Komentar