Kesal Dipermalukan Sidjiwo Tedjo, Irma Nasdem: Kaya Orang Paling Bener

Jum'at, 21/02/2020 13:42 WIB
Sujiwo Tejo Sindir Politisi Bermain HP saat Diskusi di ILC, Irma: Kayak Orang Paling Bener. (Tribunnews).

Sujiwo Tejo Sindir Politisi Bermain HP saat Diskusi di ILC, Irma: Kayak Orang Paling Bener. (Tribunnews).

Jakarta, law-justice.co - Budayawan Sudjiwo Tedjo menegur sejumlah tokoh yang hadir di Indonesia Lawyers Club ( ILC ) agar fokus saat berdiskusi.

Teguran Sudjiwo Tedjo ini sempat ditanggapi oleh Politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago yang juga menjadi salah satu orang yang ditegur karena sibuk memainkan HP-nya saat Presiden Jancukers itu berbicara.

Irma Suryani menganggap Sudjiwo Tedjo selalu merasa yang paling benar.

Sudjiwo Tedjo awal menjelaskan argumen soal pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP ) Prof Yudian Wahyudi.

Yudian Wahyudi sempat mengatakan agama musuh besar Pancasila.

"Apa salahnya menganggap agama musuh besar Pancasila? Nggak ada yang salah bagi saya," ujarnya seperti dikutip dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (18/2/2020).

Sudjiwo Tedjo mengatakan selama perjalanan panjang, Pancasila dan Agama sudah melebur menjadi satu.

"Pancasila dalam perjalanan termasuk dalam Piagam Jakarta. Agama sudah sejiwa menyatu dalam Pancasila.

"Puncak-puncaknya ada di sosial kultural, bukan di peribadatannya," katanya.

Sudjiwo Tedjo lantas balik menanyakan kepada tokoh yang hadir di ILC.

"Kalau sudah satu, Pancasila di dalam sosial kultural jadi satu sama agama, dan sebaliknya. Siapa musuh terbesarnya?" tanya Sudjiwo Tedjo.

Ia menegaskan, jika kondisi telah seperti ini, maka musuh terbesarnya adalah Pancasila itu sendiri.

"Pertanyaan saya, Karni Ilyas musuhnya ya Karni Ilyas sendiri, musuh Jokowi ya Jokowi sendiri, Sudjiwo Tedjo musuhnya? Ya Sudjiwo Tedjo"

"Apa salahnya pernyataan itu, agama sudah nyatu dengan Pancasila, problemnya di mana?" beber Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo mengambil contoh soal perkataan Nabi Muhammad SAW yang menekankan jika musuh terbesat seseorang adalah dirinya sendiri.

"Perang besar adalah memerangi diri sendiri," tegasnya.

Meski terkesan setuju dengan pernyataan Kepala BPIP, namun Sudjiwo Tedjo menegaskan ia tidak sedang membela pihak manapun.

Sudjiwo Tedjo lantas sempat menegur tokoh yang hadir di ILC.

Ia meminta agarJuru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman, Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin, sejarawan, Anhar Gonggong, politisi Partai Nasdem, Irma Suryani untuk menaruh handphonenya.

"Bu Irma, saya lagi bicara. Saya tidak buka HP ketika Anda tadi bicara. Saya akan berhenti ngomong sebelum semua berhenti (bermanin HP). Oke?" kata Sudjiwo Tedjo disambut tepuk tangan dari hadirin.

Sudjiwo Tedjo mengaku ketika ada tokoh lain yang berbicara, ia sama sekali tidak memainkan handphonenya.

"Karena saya sudah bisa, ngasih tahu temen-temen saya, eh jangan HP-an dulu nanti ada acara."

"Kalau ada pertemuan di jalan dan dadakan, saya masih buka HP, karena masih banyak yang ngantung Pak Karni," bebernya.

Budayawan Sujiwo Tejo (Tangkap layar channel YouTube Indonesia Lawyers Club)

Sudjiwo Tedjo menjelaskan, memperhatikan lawan bicara adalah bentuk pengamalan Pancasila di kehidupan sehari-hari.

"Inilah Pancasila, ini Pancasila nyata, orang ngomong dengerin", ujar Sudjiwo Tedjo di sambut tepuk tangan lagi.

Ditegur demikian, Irma Suryani menanggapi Sudjiwo Tedjo.

Irma Suryani menganggap Sudjiwo Tedjo selalu merasa yang paling benar.

"Pak Sudjiwo Tedjo kayak orang paling bener gitu loh," ujar Irma sambil tertawa.

Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani (Tangkap layar channel YouTube Indonesia Lawyers Club)

Kemudian Sudjiwo Tedjo memberikan menanggapinya.

"Orang yang paling bener? Iya terserah, tapi kalau saya orang bener, ketika Mbak Irma ngomong, saya tidak akan perhatikan, karena saya sudah merasa yang paling bener. Tapi ini saya catat semua" ujarnya.

Melihat dan mendengar pembicaraan Sudjiwo Tedjo dan Irma Suryani, Karni Ilyas meminta dikusinya untuk dilanjutkan ke pembahasan.

"Ya udah terus," kata Ilyas.

Kemudian Sudjiwo Tedjo meneruskan pembicarannya hingga sesinya berakhir. (makassar.tribunnews.com).

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar