Pak Kepala BPIP, Milenial Butuh Teladan Pancasila Bukan TikTok!

Jum'at, 21/02/2020 12:29 WIB
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. (Antara).

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. (Antara).

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI Fahira Idris menyatakan, rencana Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi untuk menyosialisasikan Pancasila lewat platform media sosial, termasuk TikTok, dianggap terlalu menyederhanakan masalah.

Dia mengurai bahwa pembumian Pancasila secara populer memang sah-sah saja dilakukan. Tetapi dia mengingatkan bahwa yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa.

“Teladan itu ditunjukkan oleh sejauh mana kebijakan dan tindak tanduk para pengambil kebijakan di negeri ini sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila,” urai anggota DPD RI itu kepada wartawan, Kamis (20/2).

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI Fahira Idris mengungkapkan yang saat ini sangat mendesak dilakukan BPIP adalah mengevaluasi dan mengaudit sudah sejauh kebijakan yang dikeluarkan cabang-cabang kekuasaan negara, yakni eksekutif, legislatif, serta yudikatif. Spirit atau nafasnya harus sesuai dengan Pancasila.

Menurut Fahira, suka tidak suka, saat ini keadilan ekonomi, sosial, hukum, dan politik masih belum sepenuhnya dirasakan rakyat.

Salah satu pangkal sebabnya adalah Pancasila masih lebih sering diteriakkan dari pada diimplementasikan baik dari sisi kebijakan negara maupun dari sisi tindakan para pengambil kebijakan di negeri ini.

“Buat audit yang komperehensif dan jika ternyata hasilnya Pancasila belum sepenuhnya menjadi nafas, tugas BPIP selanjutnya adalah membumikan Pancasila terlebih dahulu ke semua cabang-cabang kekuasaan di negeri ini, baru kemudian fokus ke milenial. Soal Tik Tok itu teknis, jangan dijadikan seolah-olah sebagai terobosan,” tegas senator DKI itu.

Cara paling efektif membumikan Pancasila adalah lewat teladan. Jika kaum muda melihat semua cabang kekuasaan melahirkan keadilan ekonomi, sosial, hukum, dan politik, maka otomatis milenial akan mempraktikkan prinsip pancasila dalam keseharian.

Jika mereka yang diberi kuasa, tindak tanduknya sesuai Pancasila, misalnya tidak korupsi atau tidak memanfaatkan jabatan, maka milenial pasti dengan sadar menjadi pancasila sebagai salah satu prinsip hidupnya,” tutupnya. (rmol.id).

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar