PDIP Mulai Cari Sosok Gantikan Risma di Surabaya

Selasa, 18/02/2020 22:07 WIB
Wali Kota Surabaya Risma (Kwikku)

Wali Kota Surabaya Risma (Kwikku)

Surabaya, law-justice.co - Dewan Pimpinan Pusat PDIP sedang melakukan pemetaan untuk mencari pengganti Tri Rismaharini di Pemilihan walikota Suarabaya September mendatang.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya perlu pemetaan lebih mendalam dan survei lebih lanjut untuk menentukan siapa calon walikota (Cawali) yang akan diusung dalam Pemilihan Walikota Surabaya 2020. Di samping itu, dialog akan intens dilakukan untuk melihat seluruh harapan masyarakat di Kota Surabaya.

“Harapan masyarakat Surabaya juga kami lihat. Sama juga di Provinsi Bali, karena di sana praktik pembangunan semesta rencana dilakukan di Provinsi Bali,” katanya usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Jatim di Hotel Utami Juanda Sidoarjo, Selasa (18/2).

Saat ditanya kapan kepastian rekomendasi akan turun, Hasto mengaku bahwa seluruh masukan sudah diterima. Namun, hanya perlu pendalaman pemetaan di lapangan. “Dipastikan Kota Solo, Surabaya, Medan, Makassar, dan seluruh kabupaten di Bali belum diumumkan. Solo akan bersama dengan Bali dan juga kota Makassar,” papar Hasto.

Akankah memberikan rekomendasi pada non kader, pihaknya menjelaskan partainya berproses menentukan Pilkada sebagai momentum memperkuat kelembagaan partai. PDIP, kata Hasto, tidak menutup mata untuk mendengarkan tokoh-tokoh yang dibesarkan melalui jalur profesional, seperti ASN, TNI/Polri.

“Ini pemilu rakyat sehingga partai juga mendengarkan tokoh yang dibesarkan melalui jalur profesional melalui jalur ASN (aparatur sipil negara) hingga TNI/Polri. Kami mendengarkan jalur yang menyiapkan diri atau yang disiapkan menjadi pemimpin,” terangnya.

Hasto menjelaskan, kalau partai mencalonkan di luar kader partai maka komitmen terhadap ideologi partai pemerintahan yang baik itu harus menjadi dasar penilaian untuk calon tersebut.

“Jadi pada dasarnya yang ideal memang dari internal, tapi partai membuka diri dari tokoh di luar partai untuk bersama mengikuti proses kaderisasi untuk disiapkan jadi pemimpin,” imbuhnya.

Disinggung partainya bakal dikeroyok dalam Pilwali Surabaya, Hasto justru menanggapi dengan enteng. Sebab, menurut dia, PDIP terus melakukan dialog-dialog.

“Partai terus melakukan dialog karena Pilkada ini kontestasi mencari pemimpin, Pilkada ini bukan ajang untuk mengkeroyok,” tandasnya.(Rmol)

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar