Benarkah Jika Presiden Pergi ke Kediri bisa Lengser Ditengah Jalan ?

Minggu, 16/02/2020 15:13 WIB
Kota Kediri (Brilio)

Kota Kediri (Brilio)

law-justice.co - Presiden Joko Widodo disarankan untuk tidak datang ke Kediri, Jawa Timur untuk meresmikan ground beaking Bandara baru April mendatang. Kekhawatiran Sekretaris Kabinet Pramono Anung bahwa Presiden Joko Widodo bisa lengser jika berkunjung ke Kediri, Jawa Timur dinilai cukup beralasan.

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis menilai peristiwa presiden lengser di tengah jalan bukan hal baru bagi Indonesia. Sejak berdiri, Indonesia sudah tiga kali mengalami peristiwa tersebut, yaitu pada saat Presiden Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur.

“Bisa jadi Pramono Anung benar, Jokowi jatuh di tengah jalan, karena sudah ada bukti empiris tentang hal itu,” ujarnya seperti dikutip rmol, Minggu (16/2).

Menurutnya, banyak faktor yang mendukung kekhawatiran Pramono Anung bahwa presiden bisa lengser di tengah jalan. Salah satunya, janji-janji kampanye yang masih banyak belum terpenuhi oleh Jokowi, baik di periode pertama maupun kedua.

Belum anggapan publik bahwa Jokowi tebang pilih dalam penegakan hukum pada koruptor.

“Janji-janji gombal sebelum jadi presiden 2 kali, bahkan masih santer janji saat sebelum jadi Gubernur DKI (mobil Esemka),” tambahnya.

Singkatnya Damai ingin mengatakan bahwa Pramono memang layak khawatir dengan klenik yang akan membuat presiden lengser keprabon.

Ini lantaran fakta yang ada memang menunjukkan bahwa Jokowi sedang lemah.

“Sehingga mindsetnya dibarengi banyak fakta isu. Pramono bisa benar pendapatnya yang dihubungkan dengan “lengser bukan pada waktunya” bila seorang pemimpin (Jokowi) berkunjung ke Kediri,” pungkas Damai.

Kediri selama ini dianggap sebagai daerah wingit atau angker bagi presiden. Hal itu dipercaya Seskab Pramono Anung. Pramono mengungkapkannya saat mengunjungi Kediri. Ia datang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri.

Saat itu, Pramono memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidsyatul Mubtadien Lirboyo Kediri. Menurutnya Kediri merupakan wilayah yang wingit untuk didatangi presiden. Pramono Anung secara terang-terangan melarang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Kediri.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan, Sabtu (15/2/2020)

Saat itu, Pramono memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidsyatul Mubtadien Lirboyo Kediri. Menurutnya Kediri merupakan wilayah yang wingit untuk didatangi presiden. Pramono Anung secara terang-terangan melarang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Kediri.

"Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan, Sabtu (15/2/2020

Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan bahwa Kediri memang daerah wingit untuk presiden. Namun, ada cara jika presiden ingin berkunjung ke Kediri dan tidak terjadi apa-apa. Yaitu dengan berkunjung atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

"Jadi saat berkunjung ke Kediri, juga berziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri. Kenapa demikian, karena Mbah Wasil merupakan penyebar agama Islam jauh sebelum para wali," jelas KH Kafabihi Mahrus.

Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan bahwa Kediri memang daerah wingit untuk presiden. Namun, ada cara jika presiden ingin berkunjung ke Kediri dan tidak terjadi apa-apa. Yaitu dengan berkunjung atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

"Jadi saat berkunjung ke Kediri, juga berziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri. Kenapa demikian, karena Mbah Wasil merupakan penyebar agama Islam jauh sebelum para wali," jelas KH Kafabihi Mahrus.

Mitos berkembang, siapa saja Presiden RI yang mengunjungi Kediri maka presiden RI itu bakal lengser. Pokoknya, Kediri adalah kota angker bagi kunjungan presiden. Bagaimana bisa begitu? Tidak ada jawaban logis, namanya juga mitos. Mitos ini teridentifikasi publik nasional lewat pengalaman sejarah politik.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Presiden RI 1999-2001) tercatat pernah mengunjungi Kediri saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden. Dalam buku `Gus Dur: Profil, Kepemimpinan dan Pandangan` dijelaskan, Gus Dur membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lirboyo, Kediri, 21 November 1999. Gus Dur lengser pada 2001, sebelum periode masa jabatannya habis.

Mitos juga mengatakan, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie (Presiden RI 1998-1999) juga mengunjungi Kediri dan lengser tiga bulan setelahnya. Namun sebagaimana diketahui, Habibie tidak lengser secara tidak normal, melainkan berakhir dan tidak ikut kontestasi pencapresan 1999.

Mitos itu sebenarnya sudah nyaris patah di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (Presiden RI 2004-2014). Oktober 2007, rencana kunungan SBY ke Kediri telah membuat mitos itu berembus kembali. Diprediksi kuat jelang kunjungan SBY, Ketua Umum Partai Demokrat itu pasti batal hadir. Kalaupun SBY hadir, itu adalah langkah yang berani sekali. Hal ini diberitakan detikcom pada 24 Oktober 2007

(Gumilang Hidayat\Ade Irmansyah)
Share:



Berita Terkait

Komentar