Benny Tjokro Dipenjara, Sebagai Sahabat Dato Sri Tahir Harusnya Empati

Minggu, 16/02/2020 07:35 WIB
Kolase Dato Sri Tahir dan Benny Tjokro. (Katta.id).

Kolase Dato Sri Tahir dan Benny Tjokro. (Katta.id).

Jakarta, law-justice.co - Pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir disebut sangat mengenal Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, tersangka dugaan korupsi Jiwasraya.

Seorang pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menyatakan hubungan diantara keduanya sangat dekat.

Sumber tersebut menyatakan Bentjok adalah tokoh penting di tubuh PTMSI. Sejak dipimpin Tahir, PTMSI selalu mendapatkan dukungan finansial dari Bentjok.

"Sangat sedih mendengar ucapan Pak Dato Tahir yang menyatakan tidak kenal atau tidak mengenal dekat dengan Pak Benny Tjokro. Seharusnya Pak Dato Tahir memberikan rasa empati yang mendalam kepada Pak Benny Tjokro yang sedang terlibat kasus Jiwasraya," ujar sumber itu, Jumat 14 Februari 2020.

Tahir tiga periode memimpin PTMSI. Terakhir ia ditetapkan menjadi ketua umum Pengurus Besar (PB) PTMSI periode 2018-2022 melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Jakarta, 27 Maret 2018.

Namun di tahun yang sama, awal November, Tahir mengundurkan diri karena kepengurusannya dinyatakan tidak sah oleh Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori).

Ia juga mundur karena ada putusan Mahkamah Agung dan Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyatakan kepengurusan PTMSI yang sah adalah kepengurusan Oegroseno (Pengurus Pusat PTMSI).

Sumber itu menyatakan Bentjok adalah penyandang dana di PTMSI. Bentjok juga aktif sebagai wakil ketua bidang IV, bidang pendanaan dan umum.

"Pelatih PTMSI pernah mengajukan anggaran untuk pembayaran tiket pesawat para calon peserta pelatihan pelatih ke Pak Dato Tahir tapi permohonan anggaran tersebut ditolak oleh Pak Dato Tahir dengan mengirim surat disposisi kepada Pak Benny Tjokro agar tidak mengeluarkan uang sebesar Rp 40 juta," kata Sumber itu.

"Sampai sekarang surat disposisi itu masih saya simpan." tambahnya.

Menurut sumber, peran Bentjok sangat menonjol sebagai di bidang pendanaan di bawah kepemimpinan PB PTMSI dengan ketua umum Dato Tahir dan dilanjutkan oleh Ketua Umum PB PTMSI yang baru Peter Layardi Lay.

Bahkan, katanya, peran Bentjok di dalam pembinaan pertenismejaan di Indonesia lebih menonjol dibandingkan Tahir.

"Sebab Pak Benny Tjokro penyandang dana. Harusnya mendapatkan Bintang Mahaputra juga dari Presiden disamping Dato Tahir karena dalam pembinaan cabang olahraga tenis meja akan hambar tanpa kehadiran Pak Benny Tjokro," katanya.

Sumber itu menyatakan saat ini banyak pengurus PTMSI cemas kasus Jiwasraya pada akhirnya ikut menyelepet PTSMI karena selama ini Bentjok menjadi penyandang dana di organisasi yang mengatur kegiatan ping pong di Indonesia itu.

Terlebih, setelah Bentjok ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke penjara oleh tim jaksa penyidik pada Jampidsus Kejagung, nama Dato Tahir yang tiga periode memimpin PTMSI makin kencang dikait-kaitkan dengan kasus tersebut.

"Semoga kasus Jiwasraya tidak merembet ke PTMSI" demikian kata sumber itu.

Tahir disebut-sebut ada kaitan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) karena unsur kedekatan dengan tersangka Bentjok.

Awal dugaan ini mengemukan seiring bocornya rencana Mayapada Group mengakuisisi PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), dua perusahaan milik Bentjok yang disebut-sebut terkait dengan gagal bayar surat utang kepada Jiwasraya.

Tahir dengan tegas membantah kenal dengan Bentjok dan menyatakan tidak pernah mau membeli saham maupun akuisisi dari siapapun.

"Kenal aja enggak", kata Tahir seperti diberitakan portal Tempo, Jumat, 27 Desember 2019. "Jadi itu hoax total. Kami tidak pernah ada rencana mau beli atau ambil alih saham, siapapun. Termasuk saham-saham milik Pak Benny (Direktur Utama MYRX Benny Tjokrosaputro), apapun namanya."

Bantahan Tahir tak membuat redup sorotan terhadap keterkaitan Mayapada Group dengan Bentjok dan kasus Jiwasraya. Belakangan Tahir mengaku mengenal Bentjok tetapi tidak dekat.

Tahir yang pada 13 Desember 2019 dilantik Jokowi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengaku mengenal Benny karena berteman dengan orang tuanya.

"Saya sama dia (Benny) beda generasi. Dia anak muda, saya sudah tua," jelas Tahir melalui pesan singkat seperti dilansir Tempo.co, Jumat, 31 Januari 2020. (katta.id).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar