Viral, Gadis 21 Tahun Asal Indonesia Lelang Keperawanan, Laku Rp19 M

Jum'at, 14/02/2020 15:13 WIB
Kisah gadis Indonesia jual keperawanan Rp 19 M dan ilustrasi gadis SMA di Banten. (Tribun Jatim).

Kisah gadis Indonesia jual keperawanan Rp 19 M dan ilustrasi gadis SMA di Banten. (Tribun Jatim).

Jakarta, law-justice.co - Baru-baru ini, kisah gadis Indonesia jual keperawanan Rp 19 M sempat viral dan ramai diperbincangkan di DUMAY alias dunia maya.

Nama gadis itu disebut Fela. Ia nekat menjual keperawanannya melalui agensi online.

Mirip dengan kisah Fela, cerita serupa pernah terjadi di Provinsi Banten.

Dan gadis yang menjual keperawanannya tersebut, kala itu masih duduk di bangku SMA.

Apa yang mendasari perbuatan mereka? Simak kisahnya berikut ini:

1. Kisah Fela

Nama Fela menjadi viral setelah ia menjual keperawanannya dan laku Rp 19 M.

Dilansir dari Grid.ID via Intisari (grup TribunJatim.com) pada Rabu (12/2/2020), Fela mengikuti seleksi sebuah agensi yang berbasis di Jerman.

Agensi ini bernama Cinderella Escorts (EC) dan memang menyalurkan penjual keperawanan kepada para pembeli dari seluruh dunia.

Fela, wanita asal Indonesia yang jual keperawanannya dan laku Rp19 miliar. (Cover Sumber: Tribunnews.com/ Richard Susilo/ Cinderella Escorts)

 

Sistem jual-beli ini bersifat lelang, di mana penawar dengan harga tertinggi yang akan berhasil.

Nama Fela bukanlah nama sebenarnya.

Fela adalah nama pemberian dari Cinderella Escort untuknya. Nama aslinya masih dirahasiakan.

Tapi disebutkan ciri-ciri Fela, yaitu:

- Seorang gadis berusia 21 tahun.

- Tinggi badan 160 cm dan berat badan 53 kg.

- Rambut itam, payudara ukuran biasa, dan tidak pernah menjalani operasi apa pun.

- Tidak bertato dan mata kecoklatan.

Disebutkan juga bahwa pemenang pembeli keperawanan Fela adalah pengusaha asal Jepang. Kasus seseorang menjual keperawanannya sering terjadi.

Rata-rata alasannya karena ekonomi. Sama seperti Fela yang ingin menafkahi keluarganya.

 

2. Kisah Gadis SMA Banten

Pada tahun 2018, kisah serupa pernah terjadi di Indonesia. Ia adalah seorang siswi SMA bernama Amelia (bukan nama sebenarnya).

Dilansir dari TribunJakarta (grup TribunJatim.com), Amelia (bukan nama sebenarnya) terpaksa menjual keperawanannya pada seorang mahasiswa senilai Rp 1,5 juta.

Tidak ada pilihan lain menurut Amelia, gadis berusia 18 tahun itu merasa menjual keperawanan adalah satu-satunya cara cepat mendapat uang demi melunasi hutang.

Amelia diketahui bersekolah di salah satu SMA Negeri di daerah Ciledug, Tangerang, Provinsi Banten.

Kejadian yang terjadi sekitar April 2018 lalu itu diceritakan Amelia saat ia baru saja mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Amelia bercerita kalau dia terpaksa harus menjual diri ke seorang pria yang baru dikenalnya lewat media sosial.

Pria yang berstatus mahasiswa itu dikenalnya lewat fitur people nearby Line.

"Kenalan langsung tembak aja deh," ujarnya sambil tertawa kecil.

Amelia bercerita, dia menjual keperawanannya seharga Rp 1,5 juta kepada mahasiswa tersebut.

Ini dilakukan karena Amelia membutuhkan uang untuk mengganti uang kegiatan sekolahnya yang hilang.

"Saya dituduh mencuri uang itu, padahal saya sama sekali tidak melakukannnya. Saya bingung harus nyari uang kemana, terpaksa saya lakukan ini," katanya.

Saat bertemu TribunJakarta, Amelia baru saja mengambil uang pelunasan pembayaran dari sang mahasiswa.

"Tadi sebelum kesini ambil uang pelunasan dulu," kata gadis berusia 18 tahun itu.

Sepintas tidak tampak kalau Amelia masih duduk di bangku SMA. Tubuhnya yang tinggi membuat Amelia seperti anak kuliahan.

Saat ditanya apakah perbuatan itu yang pertama dilakukan? Amelia tidak secara lugas menjawab.

"Ya gimana ya kak, kalau soal itu aku gak mau cerita," katanya.

Yang jelas katanya, dia terdesak untuk melakukan itu karena tidak ada pilihan lain. Amelia melanjutkan, orang tuanya bekerja disebuah perusahaan swasta. Dia anak pertama dari tiga bersaudara.

"Gak berani minta sama bapak, uang segitu kan besar kak," ucapnya.

Dalam kebingungannya karena dituduh telah mencuri uang kegiatan sekolah, seorang temannya kemudian memberitahukan cara mendapatkan uang dengan cepat.

"Awalnya ragu sih, takut saja orangnya kabur setelah gituin saya," kata gadis bertubuh bongsor itu.

Tapi karena tidak memiliki pilihan, Amelia terpaksa melakukan hal itu. Berbekal komunikasi dengan pria tersebut, Amelia kemudian memberikan diri bertemu seusai UN. Sebelum bertemu, Amelia lebih dulu berganti pakaian.

"Kalau pakai seragam bisa ketahuan sekolah saya," katanya sambil sesekali memperbaiki masker.

Sesampaikan di hotel yang dimaksud, mahasiswa yang dikenalnya sudah menunggu di kamar hotel.

"Perasaan campur aduk, takut, sedih macam-macam lah kak," ucapnya.

"Tapi saya janji, ini yang pertama, saya enggak akan mengulanginya lagi," janji Amelia. (jatim.tribunnews.com).

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar