Sebut Mantu Jokowi Terlibat Kasus ASABRI, Haidar Alwi Dipolisikan

Jum'at, 14/02/2020 11:19 WIB
Haidar Alwi dan Presiden Jokowi. (Radar Bandung)

Haidar Alwi dan Presiden Jokowi. (Radar Bandung)

Jakarta, law-justice.co - Baru-baru ini cuitan seorang yang mengaku Relawan Jokowi, Haidar Alwi yang menuduh Menantu Jokowi dan KSP Moeldoko terlibat dalam kasus investasi ASABRI sebesar 1 trilun ramai diperbincangkan.

Relawan Jokowi Maruf Amin Menang Total (Join Metal) Teddy Syamsuri menyebut bahwa Direktur PT ASABRI seperti yang ditulis oleh Haidar Alwi sendiri sudah mengklarifikasi bahwa tuduhan itu fitnah Haedar menyebut bahwa pencairan dana 1 T dari PT.

ASABRI ke BN adalah sebagai dana investasi PT ASABRI ke PT JENEDI INVESTAMA yang katanya dimiliki oleh BN, tetapi dalam paparan tentang Perusahaan- perusahaan Investment yg mengelola dana PT ASABRI, tidak ada disebut PT JENEDI INVESTAMA Meski sudah jelas terlihat bahwa itu kabar bohong dan Hoax.

"Entah kenapa Haidar Alwi tetap memposting hoax tentang keterlibatan Manantu Presiden dan Moeldoko dalam kasus PT ASABRI tersebut," ujar Teddy.

Teddy menilai tuduhan Haidar Alwi tersebut beraroma sakit hati dan dendam Teddy Syamsuri menyebut pernah mendengar bahwa Haidar Alwi mengincar Jabatan Menteri atau Wakil Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Jokowi.

Namun ternyata syahwat posisi jabatannya tidak terwujud Kalau benar barkaitan antara tuduhan hoax Haidar Alwi tentang keterlibatan Moeldoko dan BN dalam kasus PT ASABRI dengan fakta gagalnya tujuan menjadi Menteri atau Wakil Menteri.

"Sungguh naif dan memalukan jika ada Relawan yang berharap bahkan bermimpi untuk mendapatkan reward atas perjuangannya, namun jika tidak terakomodir. artinya bukan salah Bunda Mengandung, Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan," tuturnya.

Teddy menambahkan, jika ada Relawan yang kecewa tidak mendapatkan reward, dan kemudian berpindah mendukung lawan politiknya itu juga hal hal biasa dan wajar saja.

"Tapi kalau kemudian membuat-buat, merekayasa dan menyebar hoax untuk menjatuhkan pemerintah itu sudah tidak wajar, memalukan dan berkonsekuensi hukum Demi mencegah merebaknya virus dendam, hoax dan fitnah di kalangan Relawan," ujarnya.

Teddy Syamsuri mengaku akan berkoordinasi dengan pihak berwenang berharap polisi bisa memproses hukum para pembuat dan penyebar hoax ini.

Di sisi lain Teddy Syamsuri menyampaikan himbauan agar Dewan Pers dan Syber Polri menertibkan link-link berita abal-abal, penyebar hoax. (Akurat.co).

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar