Hanya Agama, Ketua BPIP Dinilai Takut Sebut Taipan Musuh Pancasila

Kamis, 13/02/2020 15:55 WIB
Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. (Antara).

Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. (Antara).

Jakarta, law-justice.co - Pernyataan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi kini terus menuai polemik di masyarakat. Meski ada yang mengatakan bahwa pernyataannya itu harus dipahami juga sesuia konteksnya, tetapi hal itu sudah terlanjur ditafsir lain oleh publik.

Salah satu yang mengkritisi pernyataan Yudian adalah Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas. Bahkan dia mengatakan Yudian hanya menyebut agama sebagai musuh Pancasila karena taku menyebut taipan dan cukong sebagai musuh Pancasila.

“Ketua BPIP Yudian tidak berani mengusik taipan yang menguasai ribuan hektar tanah. Padahal penguasaan lahan tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila,” katanya seperti dikutip dari suaranasional.

Kata Ki Gendeng, Yudian hanya ingin menekankan akan adanya istilah radikal yang menyasar umat Islam. Kerenanya dia mneduga lembaga seperti BPIP hanya menjadi sarana buat cukong dan para pengusaha untuk mengeruk kekayaan Indonesia.

“BPIP hanya menjadi alat legitimasi atas nama Pancasila taipan dan cukong dalam merampok uang negara,” jelas Ki Gendeng.

Ki Gendeng pun menduga baha para taipan dan cukong ini ikut membiayai kegiatan BPIP dalam sosialisasi Pancasila. “Semua kegiatan termasuk pembicara dibiayai taipan,” tandasnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar