Kritik Maskapai Lewat Vlog, Pria Jerman Ini Dapat Ancaman Pembunuhan

Minggu, 26/01/2020 12:22 WIB
Travel Vlogger John Cahill (John Cahill/You Tube)

Travel Vlogger John Cahill (John Cahill/You Tube)

law-justice.co - Seorang vlogger asal Jerman mengkritik maskapai Singapore Airlines dalam reviewnya. Dia mendapat ancaman pembunuhan yang dikirimkan lewat media sosial.

dilansir dari SCMP, travel vlogger bernama Josh Cahill mereview maskapai Singapore airlines yang di dalamnya terdapat kritikan terhadap fasilitas pesawat. Dia mendapat lebih dari 100 pesan kasar yang datang dari Facebook, Instagram, Twitter, halaman You Tube dan Instagramnya bahkan ancaman pembunuhan.

Cahill yang mulai membagikan video maskapai dari Januari 2018 telah sering memposting review yang lebih kritis. Dia mengaku pertama kalinya menerima ancaman yang begitu intens.

Pria berumur 33 tahun ini meminta perlindungan kepada polisi. Namun, ini tidak dilanjutkan karena pihak polisi mengaku sulit melacak akun karena tidak menggunakan nama atau profil yang tepat. Pemegang akun yang membuat ancaman pembunuhan mengaku sebagai karyawan Singapore Airlines.

Dalam menanggapi hal ini, pihak SIA mengaku telah menghubungi Cahill tentang ancaman yang dibuat. Namun mereka tidak mengkonfirmasi apakah staff SIA yang memberikan ancaman pembunuhan.

Perusahaan SIA juga mengatakan jika polisi menghubungi mereka maka tindakan tepat telah diambil. Pihak maskapai akan membantu penyelidikan dan bersikap profesional.

"Jika tuduhan Cahill terbukti benar, kami akan memastikan bahwa tindakan yang sesuai telah diambil. Sebagai maskapai penerbangan yang berkomitmen dalam keunggulan layanan, Singapore Airlines menanggapi semua umpan balik dengan serius dan mengharuskan staff kami memperlakukan pelanggan dengan profesionalisme dan rasa hormat," kata pihak maskapai.

Rekaman video yang dibagikan oleh Cahill berdurasi 11 menit dengan judul "Singapore Airlines economy class - not worth the dollar!" yang sudah ditonton sebanyak 170.000 kali sejak diposting pada 7 Januari 2020 lalu.

Cahill yang menaiki pesawat dari London ke Singapura selama 13 jam memuji makanan dan kursi dalam penerbangan. Tapi dia mengatakan awak kabin adalah "kekecewaan terbesar" dalam penerbangan. Dia menjelaskan bahwa awak kabin memiliki "kebijakan tanpa keterlibatan" dan sedikit melibatkan waktu untuk penumpang.

Dalam penerbangannya Cahill telah membayar 1.200 SGD atau sekitar Rp 12 juta untuk tiket yang menurutnya tidak sepadan dengan yang dia terima. Menurutnya maskapai lain menawarkan harga yang lebih murah dengan lebih banyak penawaran.

"Tapi untuk keseluruhan, ini adalah produk brilian, jangan salah paham," katanya dalam video.

Sejak dia membagikan reviewnya di Youtube, media sosialnya telah mendapat komentar pedas dari pendukung Singapore Airlines. Mereka mengatakan judul video Cahill berlebihan.

"Judulmu pastinya melewati batas. Jangan memulai atau membuat kesimpulan berdasarkan penerbangan pertama," kata akun instagram @alicetan.93

Komentar lain mengatakan bahwa awak kabin memiliki banyak penumpang dan tidak berkewajiban untuk berbincang ringan dengan mereka. Pelayanan semacam itu dapat dicari di kelas pertama atau kelas bisnis.

Bahkan ada komentar yang mengatakan akan unfollow youtube channelnya karena hal ini. Menurutnya, Cahill tidak bisa membandingkan maskapai satu dan lainnya.

"Bagaimana kamu bisa membandingkan SIA ke BA atau CA? Saya senang terbang bersama SIA selama bertahun-tahun. Saya akan unfollow channell Anda," tulis akun @monkey_wrench_01 di instagram

Banyak komentator juga menunjukkan bahwa anggota awak kabin memiliki banyak penumpang untuk cenderung dan tidak berkewajiban untuk berbicara ringan dengan penumpang, dan bahwa layanan yang dipersonalisasi tersebut dapat dicari di kelas pertama atau kelas bisnis.

"Semua yang saya berikan adalah umpan balik yang jujur berdasarkan pengalaman saya," kata Cahill. (detik)

(Gumilang Hidayat\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar