Pemerintah dan DPR Sepakat Hapus Tenaga Honorer, Nasib Guru di Daerah?

Selasa, 21/01/2020 15:05 WIB
Guru Honorer (SuratKabar.id)

Guru Honorer (SuratKabar.id)

Jakarta, law-justice.co - Status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain Pegawai Negeri Sipil (PNS)dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi ditiadakan. Artinya tenaga honorer sudah tidak ada lagi. Hal itu diputuskan setelah disepakati oleh Komisi II DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). lantas bagaimana nasib guru honorer di daerah?

"Dengan demikian ke depannya secara bertahap tidak ada lagi jenis pegawai tetap, pegawai tidak tetap, tenaga honorer, dan lainnya," jelas Kesimpulan Komisi II DPR seperti dikutip dari cnbcindonesia.com.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya mengenal dua jenis status kepegawaian secara nasional yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meskipun pelaksanaannya bertahap, namun harus dipastikan tidak ada lagi status pegawai diluar dari yang telah diatur oleh undang-undang.

Anggota Komisi II DPR RI Cornelis mengusulkan agar para guru honorer yang sudah bekerja selama bertahun-tahun dan berada di daerah-daerah terpencil diberikan keistimewaan untuk bisa langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil tanpa perlu melalui tes.

"Saya yakin negara tidak akan bangkrut. Karena guru-guru SD inpres yang ada dipelosok itu telah mengajar disekolah-sekolah daerah terpencil sejak jaman pemerintahan Presiden Soeharto, dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bagaimana kita akan membangun SDM sesuai visi dan misi presiden, kalau makan mereka tidak tercukupi dan kesehatannya buruk," tandas Cornelis

Pada kesempatan itu, politisi Fraksi PDI Perjuangan ini sempat mempertanyakan masalah kesiapan pemerintah dalam rangka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menggunakan teknologi, khususnya menyangkut masalah server, Base Transceiver Station (BTS), dan juga slot-nya.

"Karena yang mengikuti tes ini banyak. Pusat data internet ada di Amerika. Jangan nanti lemot. Tenaga teknisnya harus benar-benar mengecek kesiapan akan hal tersebut. Jangan sampai ketika seseorang akan meng-upload data untuk mendaftar, sampai subuh baru bisa masuk datanya," ungkapnya.

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar