Lembaga Ini Nilai Menag Fachrul Asal Bunyi, Kalau Erick Thohir?

Minggu, 19/01/2020 06:00 WIB
Menag Fachrul Razi (kiri) berikan penghargaan untuk Gubernur DKI Anies Baswedan. (Viva.co.id)

Menag Fachrul Razi (kiri) berikan penghargaan untuk Gubernur DKI Anies Baswedan. (Viva.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Direktur eksekutif Lembaga kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F. Silaen membei perhatian khusus terhadap kinerja kedua menteri Jokowi, yakni Menteri Agama Fachrul Razi dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurutnya Erick dinilai lebih berani dan menyampaikan gagasan yang substansial ketimbang Menteri Fachrul Razi yang kerap menuai kontroversi dan terkesan asal bunyi (Asbun).

"Fahrul begitu kencang atau nyaring suaranya dalam menjawab masalah yang belum dia kuasai. Sehingga terkesan `asbun` (asal bunyi) tapi bikin senang ditelinga yang mendengar," kata Silaen seeprti dikutip dari Rmol.id.

Silaen menilai, di awal menjabat Menag, Fachrul begitu garang seperti `ala koboy` lantaran kerap vokal di media, dan seolah masalah di Indonesia mudah dan dapat diatasinya dengan cepat.

Hal itu berbeda dengan Menteri Erick Tohir yang justru dinilai lebih solutif dan menciptakan gebrakan-gebrakan baru pada pemerintahan Jokowi-Maruf. Terutama soal skandal PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri.

"Sekarang Menteri Erick wara-wiri di laman media cetak, online dan elektronik menjelaskan sekaligus meminta dukungan dari segenap rakyat Indonesia, bahwa apa yang lakukan itu semata-mata untuk kepentingan rakyat dari merauke sampai ke sabang," tutur Silaen.

Menurut Silaen, langkah Erick Tohir patut diacungi dua jempol untuk keberaniannya lantaran mampu menangani kasus korupsi ASABRI dan Jiwasraya. Sebab, dibutuhkan mental yang kuat untuk mengutarakan kasus yang merugikan keuangan negara itu.

"Banyak oknum-oknum yang tersangkut dan terkait, takut borok-boroknya dibongkar. Sekarang Pak Menteri berhadap-hadapan dengan "tikus-tikus" pencoleng uang negara," demikian Silaen.

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar