Jadi Viral, Begini Penjelasan Pembuat `Yel-yel Kafir` di Yogya

Kamis, 16/01/2020 13:40 WIB
ilustrasi pembina Pramuka (Pramuka DIY)

ilustrasi pembina Pramuka (Pramuka DIY)

Yogyakarta, law-justice.co - Pembina Pramuka yang juga sebagai pembuat `yel-yel kafir` `Islam Yes, kafir No` sudah menjelaskan proses munculnya hal tersebut kepada Kwarcab Pramuka Kabupaten Gunungkidul. Orang yang namany tidak dipublikasikan ke publik itu mengaku khilaf telah mengajarkan hal tersebut kepada anak-anak didiknya.

"Sudah saya panggil, kemudian dia menyatakan khilaf, dia melakukan itu (sematkan yel-yel rasis pada tepuk Pramuka) secara spontan dan menyatakan menyesal serta tidak akan mengulanginya lagi," kata Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid seperti dikutip dari detikcom.

Pembina Pramuka tersebut, kata Bahron, juga diperiksa oleh Dewan Kehormatan Kwarcab. Dia menjamin hal serupa tak akan terjadi lagi.

"Kami (Kwartir cabang Gunungkidul) telah melakukan rapat dan memerintahkan dewan kehormatan kwartir cabang untuk memeriksa yang bersangkutan dan melaporkan," katanya.

Mengenai sanksi, Bahron mengaku belum bisa menentukannya. Mengingat ia masih menunggu keputusan Dewan Kehormatan Kwarcab Gunungkidul.

"Dari Kwarcab pertama perintahkan dewan kehormatan untuk klarifikasi dan memeriksa yang bersangkutan. Nanti dari mereka akan memberi rekomendasi dan pertimbangan ke ka Kwarcab untuk menentukan apa yang diberikan ke yang bersangkutan," ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang Pembina Pramuka peserta KML Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta mengajarkan tepuk dan yel kepada para siswa di SD N Timuran, Kota Yogyakarta, Jumat (10/1). Peristiwa ini diungkap oleh salah seorang wali murid di sekolah tersebut yang berinisial K.

Menurut K, praktik KML itu awalnya berjalan normal. Namun tetiba muncul salah seorang Pembina Pramuka putri yang kemudian diketahui berasal Kabupaten Gunungkidul mengajarkan tepuk yang disematkan yel-yel `Islam Yes, Kafir No`.

"Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel `Islam Islam Yes, Kafir Kafir No`," terangnya.

Mendengar itu, K langsung melayangkan protes ke pembina senior di SDN Timuran Kota Yogyakarta. Dia keberatan sebab materi yel-yel itu jelas mencederai kebhinnekaan.

"Spontan saya protes dengan salah satu pembina senior, saya menyampaikan keberatan dengan adanya tepuk itu, karena menurut saya itu mencemari kebhinekaan pramuka. Seketika pembina senior itu menyampaikan permintaan maaf, dan berjanji menyelesaikan dengan pembina terkait," sebutnya.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar