Ke Sandi `Hati-hati 2024`, Taktik Jokowi Pecah Perhatian ke Anies

Kamis, 16/01/2020 10:45 WIB

Jakarta, law-justice.co - Dalam acara pelantikan pengurus HIPMI 2019-2022, Presiden Joko Widodo menyapa Sandiaga Uno dengan sebutan `Hati-hati 2024`.

Pengamat Politik, Rico Marbun menilai sapaan itu sebagai taktik jitu Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang.

"Saya pikir itu taktik yang jitu dari presiden ya," ujarnya seperti melansir detik.com.

Rico mengatakan perhatian publik sedang gencar-gencarnya menyorot Gubernur DKI Anies Baswedan terkait isu banjir dan digadang-gadang sebagai calon presiden 2024.

Munculnya nama Sandiaga Uno dinilai dapat memecah spotlight atau sorotan publik itu.

"Kompetitor yang paling berat kan dari jajaran kepala daerah, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, kemudian Ganjar (Pranowo), Risma. Kalau kita melihat seperti Anies, ini kan dikritik oleh banyak pihak, terutama pengamanan banjir dan sebagainya, ketika bola itu dilempar oleh ke Sandiaga, berarti kan yang ada di spot perhatian publik, itu kan Sandiaga Uno," kata Rico.

"Dalam posisi itu, ini taktik untuk memecah serangan. Jadi spotlight itu tidak hanya ke Anies Baswedan tapi juga lari ke Sandi, jadi ini oleh presiden dibagi rata," lanjutnya.

Rico menilai pihak yang diuntungkan yakni kandidat lain yang didukung partai lain selain Gerindra.

"Saya pikir sih yang diuntungkan tentunya kandidat yang lain, tentunya partai politik selain Gerindra begitu maksud saya," ungkap Rico.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyapa khusus Sandiaga Uno sebagai mantan Ketua Umum Hipmi. Awalnya Jokowi menyapa para peserta dan undangan, dari pimpinan MPR hingga para menteri. Setelah itu, Jokowi menyebut nama Sandiaga Uno.

"Yang saya hormati senior-senior Hipmi mantan ketua umum yang tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang hafal hanya satu Bapak Sandiaga Uno," kata Jokowi di Ballroom Raffles Hotel, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

"Hati-hati 2024," sambung Jokowi disambut riuh teriakan anggota Hipmi.

Jokowi kemudian menyampaikan ulang pernyataan dari Ketua Dewan Pembina Hipmi Bahlil Lahadalia. Kandidat pengganti Jokowi disebut akan berasal dari kalangan Hipmi.

Jokowi meyakini pernyataan tersebut. Namun Jokowi tak mengungkap nama yang bakal menggantikannya sebagai presiden itu.

"Dan saya meyakini itu tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, hanya tadi yang baru saja berdiri tadi," kata Jokowi.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar