Bos LSI Minta Jabatan, Tanda Survei Pilpres 2019 Direkayasa

Kamis, 16/01/2020 07:36 WIB
Screenshot Twitter @IwanSumule86. (Twitter)

Screenshot Twitter @IwanSumule86. (Twitter)

Jakarta, law-justice.co - Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule menyebut adanya rekayasa survei di Pilpres 2019 diindikasikan pernyataan bos LSI Denny JA di group WhatsApp sangat viral yang minta jatah komisaris PT Inalum.

“Nyasarnya “WA” pemilik lembaga survei ternama kpd Menko, tanda adanya rekayasa surpay di pilpres lalu,” ujarnya lewat akun Twitter-nya @IwanSumule86 seperti melansir suaranasional.com.

Menurut Iwan, dugaan rekayasa survei Pilpres 2019 di mana pemilik lembaga survei yang sangat terkenal itu menuntut jabatan sebagai balas jasa menangkan Pilpres 2019.

Selain itu, ia menduga suap komisioner KPU yang sudah mengundurkan diri Wahyu Setiawan ada dugaan rekayasa pemilu dan pilpres 2019.

“Suap kepada komisioner @KPU_RI pun tanda adanya kecurangan di pemilu lalu,” pungkasnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar