Di Amerika, Sudah 52 Orang Meninggal Akibat Menghisap Vape

Minggu, 15/12/2019 23:01 WIB
Ilustrasi (law-justice.co/Robinsar Nainggolan)

Ilustrasi (law-justice.co/Robinsar Nainggolan)

[INTRO]

Kasus kematian akibat penyakit pernafasan misterius terkait rokok elektrik (vape) bertambah empat, sehingga menjadi 52 orang. Hal ini diungkapkan oleh pejabat kesehatan di Amerika Serikat, Kamis (12/12). 

Dilaporkan Reuters, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga melaporkan per 10 Desember, ada tambahan sebanyak 118 penderita baru yang dirawat di rumah sakit. Penderita baru itu berasal dari dari 50 negara bagian, Distrik Columbia, dan dua wilayah AS. Jumlah orang yang dirawat terkait vaping sekarang mencapai 2.409. Kasus kematian di 26 negara bagian dan Distrik Columbia sudah dikonfirmasi.

Para pejabat AS bulan lalu melaporkan penemuan Vitamin E asetat. Bahan itu diyakini digunakan sebagai bahan untuk mengencerkan produk vaping ilegal yang mengandung komponen ganja. Vitamin E asetat itu ditemukan dalam sampel jaringan paru-paru dari 29 pasien.

CDC menyatakan Vitamin E asetat sebagai ‘bahan kimia yang mengkhawatirkan” dan merekomendasikan bahan kimia itu tidak ditambahkan pada rokok elektrik atau produk vaping lainnya. Sementara itu, penyelidikan masih berlangsung. 

Sumber: VOA Indonesia/Reuters

 

 

(Liesl Sutrisno\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar