5 Ilmuwan Ini Mualaf Setelah Temukan Kebenaran Alquran

Jum'at, 13/12/2019 17:45 WIB
5 Ilmuwan yang masuk Islam. (Foto: Arah.com)

5 Ilmuwan yang masuk Islam. (Foto: Arah.com)

Jakarta, law-justice.co - Para ilmuwan seringkali melakukan penelitian ilmiah untuk menemukan jawaban atas apa yang mereka pertanyakan, dari sinilah biasanya para ilmuwan tersebut mendapatkan banyak pencerahan dan inspirasi, salah satunya adalah masuk Islam.

Dilansir dari Arah.com, Jumat (13/12/2019), mereka biasanya mendapati bahwa ternyata dalam Islam, penemuan yang mereka lakukan itu ternyata jauh-jauh hari sudah ada dan diajarkan dalam Islam

Berikut ini arah.com sajikan lima Ilmuwan yang masuk Islam setelah melakukan penelitian.

1. Jacques Yves Costeau

Ilmuwan ini lahir di Prancis pada tanggal 11 Juni 1910, dia adalah seorang oceanografer dan ahli selam terkemuka, dia menemukan kumpulan beberapa mata air yang tidak bercampur dengan yang lain, seperti ada dinding pemisah diantara keduanya.

Dia pun bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan kejadian yang ditemuinya itu. Profesor Muslim itupun menjawab bahwa hal itu sudah ada di dalam Alquran.

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman: 19-20)

Setelah mendengar ayat tersebut, Costeau pun lantas memeluk Islam hingga akhir hayatnya.Dia meninggal pada tanggal 22 Juni 1997 di tempat kelahirannya.

2. Maurice Bucaille

Ilmuwan ini adalah seorang ahli bedah asal Prancis yang pernah meneliti jasad Fira`un, dia lahir pada tanggal 19 Juli 1920.

Dirinya pun memimpin penelitian jasad Fir`aun dan menemukan sisa-sisa garam dalam jasadnya. Bucaille pun merilis penemuannya ini dalam buku berjudul "Les Momies Des Pharaons" atau "Mumi Fir`aun: Sebuah Penelitian Medis Modern".

Ia pun menemukan, bahwa penemuannya ini sesuai dengan ayat Alquran.

"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami" (Q.S.Yunus: 92)

Ayat tersebut menyentuh hati Bucaille lalu dirinya pun memutuskan untuk menjadi mualaf.

3. Prof. William Brown

Majalah sains Amerika Serikat bernama Plant Molecular Biology mengemukakan beberapa penemuan tim peneliti flora Amerika Serikat.

Salah satu penemuannya adalah suara halus yang dihasilkan oleh tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh pendengaran manusia biasa (ultrasonik).

Pada akhirnya suara itu dapat dikenali dan direkam menggunakan alat yang canggih, para peneliti pun mengubahnya ke dalam gelombang elektrik optik sehingga menghasilkan rangkaian garis dalam layar monitor.

Hal ini dilakukan agar mudah memahami suara tersebut. Hasilnya ternyata suara gelombang yang dihasilkan tanaman itu membentuk lafaz Allah SWT dalam layar monitor.

Jadi, tumbuhan terlihat bertasbih kepada Allah SWT.

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun"(Q.S. Al-Isra`: 44)

4. Fidelma O`Leary

Seorang ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapatkan hidayah dan memeluk agama Islam setelah meneliti saraf otak manusia, bahwa eberapa saraf otak manusia tidak dapat dialiri darah.

Namun Fidel berpendapat bahwa setiap saraf dalam otak manusia harus dialiri darah agar berfungsi dengan normal, hasil penemuannya menemukan bahwa otak dapat dialiri darah ketika sujud dalam salat.

Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa orang yang tidak salat maka otaknya tidak akan menerima darah yang cukup. Sehingga tidak bisa berfungsi dengan normal.

5. Leopold Werner Ehrenfels

Sudah banyak ilmuwan yang memeluk Islam atas penemuan dan penelitiannya, dia adalah seorang psikiater dan ahli neurologi yang berkebangsaan Austria, ia tertarik dalam dunia timur.

Rasa ketertarikannya tersebut ia wujudkan dengan mengunjungi Balkan Eropa bagian tenggara dan Turki ketika dewasa. Pada saat itu ia biasa ikut salat berjamaah, walaupun belum beragama Islam. Ia pun pada akhirnya memeluk Islam pada tahun 1927 dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf von Ehrenfels.

Sebelum masuk Islam, Leopold meneliti tentang wudhu dan menemukan fakta-fakta terkait pusat saraf yang paling peka dari tubuh manusia. Letak pusat saraf tersebut ternyata ditemukan di dahi, tangan dan kaki dan sangat sensitif ketika terkena air.

Jika membasuh air pada titik-titik pusat saraf tersebut, maka bisa memelihara kesehatan, Leopold pun merekomendasikan bahwa wudhu tidak hanya untuk orang Muslim saja. Perintah berwudhu dalam salat terdapat dalam Alquran:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (Q.S. Al-Maidah: 6).

(Arif Muhammad Ryan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar