UAS Ternyata Pernah Dipolisikan Istrinya, Ini Sebabnya

Kamis, 12/12/2019 19:30 WIB
Keluarga Ustaz Abdul Somad. (gelora)

Keluarga Ustaz Abdul Somad. (gelora)

Jakarta, law-justice.co - Ustaz Abdul Somad (UAS) menceraikan istrinya, Mellya Juniarti. Biduk rumah tangga yang awalnya bahagia berujung bencana. Sebelum bercerai, Mellya dikabarkan sempat mempolisikan UAS.

Dilansir dari Detik.com, Kamis (12/12/2019), Melly dinikahi UAS pada 20 Oktober 2012 dan dicatat di KUA Kuantan Hilir, Riau. Pernikahan keduanya dianugerahi seorang anak laki-laki yang lahir pada 5 November 2013. Percekcokan panjang itu membuat keduanya pisah rajang sejak Mei 2016.

Pada 2019, UAS mengajukan permohonan cerai ke PA Bangkinang, Riau. Selama sidang, UAS diwakilli oleh pengacaranya. Sedikitnya ada 4 empat alasan yang diajukan oleh UAS, yaitu:

1. Mellya jarang mau menerima nasihat baik dari UAS.
2. Mellya tidak patuh kepada UAS.
3. Mellya sering berprasangka tidak sehat terhadap UAS.
4. Mellya sudah tidak berkomunikasi dengan baik dengan UAS.

Salah satu percekcokan yang mendalam adalah saat UAS meminta Buku Nikah dari tangan Mellya. Permintaan itu disampaikan oleh utusan UAS kepada Mellya.

Permintaan itu ditampik oleh Mellya. Akhirnya UAS mendupiklat Buku Nikah tersebut. Mengetahui hal itu, Mellya kaget dan mempolisikan UAS.

Mellya membuat laporan pengaduan dugaan tindak pidana keterangan palsu ke Polres Kuansing tanggal 18 Oktober 2019. Mellya melaporkan berkaitan duplikat kutipan akta nikah. Menanggapi pelaporan ke polisi itu, kuasa hukum UAS tidak membantahnya.

"Ada memang laporan dari Ibu Mellya, Cuma kan surat nikah kan ditahan oleh ibu mellya. yang jelas UAS kan punya hak kutipan yang satu itu, kenapa ditahan? Karena ditahan ya otomatis harus minta duplikat. Pernikahan mereka kan sah, mengapa harus dilaporkan?" ujar kuasa hukum UAS, Hasan Basri saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/12/2019).

UAS membutuhkan Buku Nikah untuk mengurus dokumen perjalanan ke Australia.

"Intinya tidak semestinya dia melaporkan UAS karena duplikat, karena pernikahannya jelas. Kalau tidak pernah ada, iya (bisa dilaporkan). Karena dia menahan surat nikahnya? Salah satu di antara suami istri itu boleh meminta duplikat di mana dilangsungkan pernikahan," pungkas Hasan Basri.

Karena ikatan suami istri tidak bisa dipertahankan, PA Bangkinang memutuskan keduanya cerai pada 3 Desember 2019. Keduanya masih diberikan waktu 14 hari atas putusan itu, apakah menerima atau melakukan banding.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar