Hati-hati Erick Thohir, Ada Kekuatan Lama yang Mau Acak-acak BUMN

Kamis, 12/12/2019 13:05 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir. (JPNN)

Menteri BUMN, Erick Thohir. (JPNN)

Jakarta, law-justice.co - Kekuatan lama yang tersingkir dari Kementerian BUMN diduga tengah mempersiapkan gelombang serangan untuk mengacak-acak pekerjaan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dilansir dari RMOL.id, Kamis (12/12/2019), salah satu serangan itu adalah dengan mempertanyakan gebrakan Erick Thohir dalam memberantas praktik penyelundupan motor gede Harley Davidson dan sepeda mini lipat Brompton yang melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara dan kolega-kolega dekatnya.

Erick Thohir telah memecat Ari Askhara yang memang kontroversial sejak awal memimpin Garuda. Ari kerap disebut sebagai orang dekat Rini Soemarno, mantan Menteri BUMN.

Sinyalemen tentang gelombang serangan balik ini disampaikan aktivis Adam Wahab.

“Masih ada kekuatan lama yang tidak menginginkan BUMN ini menjadi baik,” ujar Adam.

Adam secara khusus mempertanyakan kritik yang disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Arief misalnya menilai manuver Erick Thohir dapat merusak kinerja korporasi Garuda sehinga sahamnya anjlok. Selain itu, Erick Thohir juga dinilai tidak paham prosedur bea masuk.

“Nanti diketawain loh sama orang orang kebanyakan tebar pesona yang engak ada artinya, tapi nanti minus prestasi loh,” ujar Arief Poyuono.

Menurut Adam, pernyataan Arief Poyuono ini tidak memperlihatkan dukungan kepada iklim usaha yang bersih di lingkungan BUMN.

“Mengapa tidak mendukung itikad baik Menteri BUMN agar direksi Garuda berakhlak? Mengapa tidak empati ke nasib awak kabin Garuda, padahal (Arief Poyuono) pernah jadi crew airlines?” ujar Adam Wahab.

Dia juga khawatir, hubungan Gerindra yang merupakan salah satu partai pendukung pemerintah dengan Presiden Joko Widodo yang mempercayakan proses pembenahan BUMN pada Erick Thohir bisa terganggu.

“Bisa jadi duri dalam daging karena menjelekkan Jokowi. Padahal Gerindra sudah jadi pendukung Jokowi,” ujarnya.

(Arif Muhammad Ryan\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar