Soal Pentas Drama Para Menteri, Rocky Gerung: Opera Van Norak!

Selasa, 10/12/2019 17:20 WIB
Akademisi Rocky Gerung (Foto: Detik)

Akademisi Rocky Gerung (Foto: Detik)

Jakarta, law-justice.co - Pengamat Politik Rocky Gerung angkat bicara terkait video pentas drama Menteri Erick Thohir, Wishnutama dan Nadiem Makarim yang viral di media sosial.

Dilansir dari Tribunjakarta.com, menurut Rocky Gerung, drama itu sama sekali tidak lucu dan malah terkesan norak.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga menyorot ketidak hadiran Jokowi di acara Komisi Pemberantasan Korupsi, dan memilih hadir ke acara tersebut.

Kemudian Rocky Gerung pun menanggapi foto viral yang memperlihatkan para menteri sedang menghadap Jokowi dengan mengenakan seragam SMA.

"Mungkin sama-sama nakal tu, semua nakal, Jadi ya saya lihat gambarnya dan antara melucu dan menjengkelkan sebetulnya, karena pada saat yang sama ada Hari Anti Korupsi," kata Rocky Gerung dilansir dari Youtube Rocky Gerung Official Selasa (10/12/2019).

Hal yang disayangkan Rocky Gerung, seharusnya presiden hadir di KPK dengan mengenakan jaket oranye.

"Buat menyimbolkan bahwa presiden bisa dibekuk oleh KPK, supaya ada pesan bahwa siapapun bisa dibekuk oleh KPK. Jadi presiden lebih memilih datang bersama murid-murid daripada pergi ke universitas pemberantasan korupsi," jelas Rocky Gerung.

Meski demikian, Rocky Gerung menghargai upaya para menteri untuk keluar dari rutinitas, karena kejenuhan birokrasi, homogen dalam istana, sehingga mencari variasi.

"Tapi kurang menimbulkan semacam apresiasi publik. Karena tadi momentumnya ada momentum KPK tuh, jadi bayangkan misalnya nanti kalau diundang sama PAUD, berarti presiden dan menteri-menteri itu pakai baju anak PAUD misalnya kan," kata Rocky Gerung lagi.

Menurut Rocky Gerung, para menteri itu sedang berusaha memparodikan sesuatu tapi gagasan intelektual tentang parodinya tidak dapat.

"Semacam Opera Van Java, Opera Van Java selalu cerdas parodinya tuh, ini opera van monas, yang agak norak," katanya sambil tertawa.

Selain itu, Rocky Gerung juga ditanya soal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang mengenakan baju SMA.

`Ada yang bilang lebih menghormati anak SMA ketimbang civitas akademika ketika berkunjung ke UI`.

"Nadiem saya amati dia berupaya untuk memperlajari isu publik tentang pendidikan itu, dia mau cari semacam perbedaan dengan menteri yang lalu, maka dia lakukan gimick-gimick semacam itu, ya kemarin saya lihat di UI dia pakai sepatu casual kok," kata Rocky Gerung.

Meski begitu menurut Rocky Gerung, ada tradisi di universitas, di mana saat masuk di dalam komunitas rektorat ada semacam formalitas.

"Jadi sekarang kelihatan pakai baju SMA OSIS, nanti pakai kostum yang lain lagi. Jadi orang akan tafsirkan ini menteri idenya apa, berupaya untuk cari perhatian, menaikkan yang disebut penampilan publik, supaya ada distingsi dengan menteri lain, lalu lupa tentang keperluan untuk memberantas korupsi di dalam birokrasi," ujar Rocky Gerung.

Berikutnya, Rocky Gerung ditanya apa kesan saat pertama kali melihat drama tersebut.

"Ya noraknya itu, opera van norak, karena berupaya melucu kan? Kan lucu itu kalau kita lihat konversasi orang, jadi humor itu timbul kalau orang mempermainkan logika, maka kelihatan kalau dia cerdas, bolak balik kata misalnya upaya untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain secara terbalik itu menimbulkan kelucuan," kata Rocky Gerung.

"Tapi kalau pakai baju itu bukan kelucuan yang diperlihatkan tapi kebadutan. Jadi hanya sampai di situ penampilan fisiknya, kita nggak melihat misalnya pembicaraan lucu antara presiden dengan menteri BUMN, dengan menteri di situ, karena tetap ada jarak kan?," kritik Rocky Gerung lagi.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar