Tajir Melintir, Ari Askhara Punya 12 Sertifikat Tanah di Bali

Senin, 09/12/2019 13:40 WIB
Kondisi rumah dirut Garuda di kawasan Banjar Padang Bali, Dalung, Kuta Utara, Badung. (Foto: Tribun Bali/Firizki Irwan)

Kondisi rumah dirut Garuda di kawasan Banjar Padang Bali, Dalung, Kuta Utara, Badung. (Foto: Tribun Bali/Firizki Irwan)

Jakarta, law-justice.co - Kebiasaan eks Dirut Garuda I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Askhara saat berada di kampung halamannya, Bali dibongkar oleh Kelian Banjar Dinas Padang Bali, Gede Mustika.

Dilansir dari Tribun-bali.com, Senin (9/12/2019), Ari Askhara rupanya mempunyai banyak aset rumah dan tanah yang tersebar di Bali.

Kelian Banjar Dinas Padang Bali, Gede Mustika menuturkan, Ari Askhara mempunyai sekitar 12 sertifikat tanah di lingkungan Banjar.

"Dia termasuk jajaran orang kaya di Dalung. Kurang lebih ada sekitar 12 sertifikat tanah atas nama milik dia di Banjar sini saja," ucap Gede mustika.

Meski demikian, Gede Mustika mengaku tak tahu peruntukan aset tanah tersebut, mengingat keluarga eks Dirut Garuda itu hanya pulang saat piodalan dalam 6 bulan sekali.

Lebih lanjut, Gede Mustika memaparkan ia dan warga sekitar jarang berinteraksi dengan Ari Askhara yang sejak lahir di Jakarta.

Ari Askhara sebagai buah hati dari pasangan I Gusti Ngurah Sudana dan Gusti Ayu Adhi, mereka merupakan pensiunan Pertamina.

Berdasarkan catatan akta keluarganya, Ari Askhara tercatat sebagai warga Banjar Padang Bali yang beristrikan I Gusti Ayu Rai Diana Dewi dan memiliki dua anak yaitu I Gusti Ngurah Askahiran Devananda (20) dan I Gusti Ayu Kalyana Panyadita (17).

Menurut Gede Mustika, keluarga Ari Askhara lebih banyak beraktivitas dan tinggal di Jakarta.

"Ketemu yang bersangkutan ketika piodalan, sembahyang, sekitar 1 - 2 jam selesai, udah lagi pergi enggak tahu kemana," beber Gede Mustika.

Gede Mustika mengungkapkan, sebagai kelian banjar sejak 4 tahun lalu ia sekadar berkomunikasi dalam pertemuan piodalan dan urusan administrasi banjar.

"Kalau bapaknya, Gusti Ngurah Sedana sudah sering pulang tetapi bolaj balik sini ke Jakarta lagi," tegas Gede Mustika.

Dengan demikian, Gede Mustika menyatakan tak terlalu mengetahui keseharian keluarga eks Dirut Garuda itu.

Ia bahkan mengaku tak pernah melihat ada moge di kediaman Ari Askhara.

"Rumahnya hanya dijaga dua pembantu dan digarasi hanya ada satu mobil saja, saya sering ke sana untuk nganter surat," ucapnya.

Kendati tak mengetahui keseharian eks Dirut Garuda, Gede Mustika menegaskan bahwa ia mengenal kebiasaan keluarga Ari Askhara di kampung yang kerap membantu.

`Sering mereka bantu-bantu kegiatan banjar dalam bentuk dana sumbangan,`` jelas Gede Mustika.

Diberitakan sebelumnya, karier Ari Ashkara yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia kini berakhir buruk.

Ari Askhara dicopot dari jabatannya tersebut oleh Menteri BUMN, Erick Thohir akibat tersandung kasus penyelundupan lewat pesawat Garuda, maskapai penerbangan yang dipimpinnya.

Ari Askhara kedapatan menyelundupkan onderdill dan motor gede (moge) Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda lipat mewah merk Brompton di dalam pesawat Garuda dari Toulouse, Perancis-Jakarta.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar