Prajogo Pangestu, orang Terkaya Pemilik Panasbumi Star Energy

Sabtu, 07/12/2019 18:20 WIB
Prajogo Pangestu dengan latar salah satu PLTP yang dikelola Star Energy (Pabumnews)

Prajogo Pangestu dengan latar salah satu PLTP yang dikelola Star Energy (Pabumnews)

law-justice.co - Star Energy, perusahaan panasbumi Indonesia, mengelola kapasitas terpasang energi panasbumi terbesar di Indonesia. Anak usaha Barito Pacific ini mengelola 875 MW yang diperoleh dari tiga PLTP, yakni 227 MW dari PLTP Wayang Windu, 377 MW dari PLTP Salak, dan 271 MW dari PLTP Darajat.

Selain itu Star Energy juga mempunyai hak untuk mengelola wilayah kerja (WKP) Hamiding di Halmahera Barat, Maluku Selatan, serta WKP Sekincau di Sumatera Selatan.

Seperti diketahui, pemilik Star Energy adalah Prajogo Pangestu, taifan yang setidaknya memiliki 120 perusahaan. Ada kabar terbaru mengenai lelaki kelahiran Sungai Betung, Kalimantan Barat ini. Tahun 2019 ini, Majalah Forbes menempatkannya sebagai orang ketiga terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 7,6 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 110,2 triliun! (1 USD= Rp 14.500).

Dilansir dari Pabummnews, sosok yang dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia ini dulunya hidup miskin. Ia hanyalah anak pekerja getah karet dan tukang jahit di Pasar Sungai Betung, di Kalimantan. Bahkan karena tak ada biaya, Prajogo hanya bisa sekolah hingga SMP.

Untuk mengubah nasib ia pun mendatangi Jakarta. Namun saat itu Jakarta tak ramah bagi dirinya. Karena melamar ke sana kemari tak ada juga pekerjaan yang didapat, akhirnya ia pulang kampung ke Singkawang.

Kembali ke kampung, Prajogo mencoba menjadi supir angkutan kota Singkawang-Pontianak. Dan dari sinilah nasib Prajogo kelak berubah. Saat jadi sopir angkot, ia berkenalan dengan Bong Sun On (Burhan Uray), orang Malaysia yang berada di Indonesia. Akhirnya Prajogo bekerja di perusahaan milik Burhan Uray, PT. Djajanti Group.

Kerja keras Prajogo menarik simpati Burhan Uray. Prajogo kemudian dipercaya menjadi General Manager di perusahaan Burhan Uray yang lain yakni di PT. Nusantara Plywood di Surabaya.

Bebebapa tahun bekerja di Surabaya, Prajogo mencoba membeli sebuah perusahaan kecil CV Pacific Lumber. Uang yang digunakannya adalah pinjaman dari Bank BRI. Dari sinilah kehidupan Prajogo benar-benar berubah.

Kedisiplinan dan kerja keras Prajogo dalam mengelola Pacific Lumber, membuat perusahaan itu cepat berkembang. Akhirnya, Pacific Lumber berganti nama menjadi Barito Pacific yang mengolah 5,5 juta hektar hutan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, dan Sumatra Selatan.

Barito Pacific kini telah beranak pinak, di antaranya Star Energy, raksasa panasbumi. Prajogo sendiri dikabarkan memiliki kurang lebih 120 perusahaan.

Sekedar untuk diketahui, Star Energy pun tak hanya menggarap energi panasbumi melainkan juga minyak dan gas. Untuk minyak, Star Energy memiliki kontrak kerja sama dengan pemerintah (Pertamina) di Blok Kakap, Laut Natuna; Blok Sebatik di Kalimatan Utara; dan Blok Sekayu di Sumatera Selatan.

(Gumilang Hidayat\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar