Rocky Gerung: Presiden Juga Tidak Pancasilais!

Jum'at, 06/12/2019 12:10 WIB
Akademisi Rocky Gerung (Foto: Detik)

Akademisi Rocky Gerung (Foto: Detik)

Jakarta, law-justice.co - Rocky Gerung saat ini tengah menjadi pembahasan hangat di semua kalangan. Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu diancam dilaporkan polisi oleh politikus PDIP Juminart Girsang lantaran menyebut Presiden Jokowi tak paham Pancasila.

Pernyataan Rocky Gerung itu disampaikan secara terbuka dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan via stasiun televisi swasta TVOne pada Selasa (3/12/2019) lalu. Istana pun meminta Rocky Gerung berhati-hati bicara dan memilih kata.

Namun, ancaman yang dilontarkan Juminart Girsang rupanya tak menyurutkan Rocky Gerung untuk mengkritisi pemerintah. Baru ini, Rocky Gerung berbincang ekslusif kepada Tempo ihwal permasalahan pernyataan kontroversi dia.

Dalam perbincangan itu, Rocky Gerung menyebut jika Presiden Jokowi juga tidak Pancasilais. Awalnya Reporter Tempo meminta Rocky Gerung menjelaskan maksud pernyataan Rocky tentang Presiden Jokowi tak paham Pancasila.

"Anda sebut Presiden Jokowi tidak paham Pancasila, bagaimana penjelasannya?," kata reporter Tempo.

"Karena topiknya soal ideologi. Apa dasar ideologi pelarangan organisasi masyarakat FPI? Lalu saya terangkan. Kalau saya bilang saya tidak pancasilais, siapa yang mau nilai saya tidak pancasilais? BPIP?" ucap Rocky Gerung

"Lalu saya lanjutkan logikanya. Bahkan Presiden tidak mungkin menilai saya karena Presiden juga tidak pancasilais. Lalu orang marah saya bilang begitu, saya kasih beberapa bukti," sambung Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky Gerung juga menyorot menteri-menteri di Kabinet Kerja, terutama perihal investasi.

"Kalau (Presiden Jokowi) pancasilais, di isu lingkungan menterinya bilang silakan investasi datang dan kita tidak perlu amdal. Loh, amdal itu adalah paradigma dunia hari ini. Melanggar amdal artinya tidak pancasilais. Pancasila mestinya ada Amdal," paparnya.

"Kalau Presiden paham tentang pancasila, harusnya dia enggak naikin (TARIF) BPJS dalam keadaan kesulitan ekonomi. Jadi saya kasih contoh saja. Lalu bereaksi lah dua orang itu, Junimart, sama Teddy. Dia marah. Padahal saya enggak menghina," cetusnya.

Rocky pun mempertanyakan perihal kebebasan berpendapat. Menurutnya, kebebasan perpendapat tak selalu berisi baik saja.

"Yang dijamin adalah kebebasan berpendapat. Bukan kebebasan berpendapat baik. Kebebasan berpendapat, bisa baik, bisa buruk tergantung kemampuan kita. Orang selalu menganggap, ya kebebasan berpendapat harusnya kebebasan yang memuji pemerintah. Loh, enak saja," kata Rocky kepada Tempo.

(Arif Muhammad Ryan\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar