Ini Analisa Hendropriyono Risiko Jika Habib Rizieq Pulang

Kamis, 05/12/2019 06:50 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono (Mediaindonesia.com)

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono (Mediaindonesia.com)

Jakarta, law-justice.co - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menyebut ada risiko yang harus ditanggung masyarakat jika Habib Rizieq Syihab pulang ke Indonesia.

Menurutnya, demi kebaikan bersama maka untung dan rugi jika imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu pulang ke Tanah Air harus dipikirkan.

“Pemulangan itu menurut saya ada konsekuensi dan risiko yang harus dipikirkan. Banyak kelebihan, tetapi juga lebih banyak lagi kerawanan dalam masyarakat kita,” ujar Hendropriyono seperti melansir JPNN.com.

Guru besar ilmu intelijen itu menambahkan, saat ini kondisi masyarakat sudah makin kondusif. Oleh karena itu, pemilik nama Abdullah Mahmud Hendropriyono tersebut tak mau masyarakat terpecah lagi gara-gara penanganan terhadap habib Rizieq tak tepat.

“Artinya di sini pertimbangannya hendaknya tepat dalam menangani Habib Rizieq, apakah dia itu sasaran yang harus dibina oleh pemerintah, atau harus digalang oleh kita semua,” ulasnya.

Menurut Hendro, dalam istilah intelijen ada perbedaan tentang pembinaan dan penggalangan.

Alumnus Akademi Militer Nasional (AMN) 1967 itu menjelaskan, pembinaan berarti membina pihak-pihak yang sudah memiliki pemahaman sama dengan arus besar di masyarakat Indonesia.

“Penggalangan dilakukan kepada kelompok-kelompok yang tidak sepaham supaya jadi sepaham. Cara dua itu harus dipertimbangkan bagaimana operasionalnya,” tegasnya.

Namun, Hendro juga menegaskan soal pentingnya melindungi kepentingan masyarakat banyak. “Tolong lindungi rakyat kita supaya semua sama-sama selamat, hidup sejahtera,” ucap mantan ketua umum PKPI itu.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar