Kelanjutan KPK Soal Anak Megawati dalam Suap Impor Bawang Putih

Rabu, 04/12/2019 13:30 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Finroll.com)

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Finroll.com)

Jakarta, law-justice.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri peran putra Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Muhammad Rizky Pratama alias Tatam, dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota impor bawang putih tersangka I Nyoman Dhamantra dkk.

Dilansir dari Sindonews.com, Rabu (4/12//2019), Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, nama Muhammad Rizky Pratama alias Tatam memang sempat disebut dan ditanyakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK kepada tersangka penerima suap I Nyoman Dhamantra selaku anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP periode 2014-2019 di persidangan tiga terdakwa pemberi suap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Ketiganya adalah Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung, Direktur PT Sampico Adhi Abattoir (SAA) Dody Wahyudi, dan Zulfikar (wiraswasta).

Febri mengungkapkan, nama Tatam jelas tidak datang secara tiba-tiba. Pasalnya nama Tatam telah lebih dulu tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Dhamantra saat diperiksa oleh penyidik di tahap penyidikan. Jadi, Febri menjelaskan, langkah JPU tersebut lebih pada upaya mengonfirmasi keterangan Dhamantra saat di tahap penyidikan.

“Nama itu sudah muncul di proses penyidikan. Yang ditanyakan penuntut umum adalah apa yang sudah dituangkan saat proses penyidikan. Saya juga belum punya informasi terkait apakah kuota impor itu (bawang putih) milik perorangan atau partai,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini menjelaskan, saat ini untuk kasus serupa masih ada penyidikan tersangka Dhamantra dan tersangka orang dekat dan orang kepercayaan Dhamantar sekaligus Presiden Direktur PT Asiatech Integrasi Mirawati Basri. Untuk penyidikan tersebut, masih terus dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Di sisi lain, menurut Febri, bisa saja Tatam akan dipanggil sebagai saksi untuk diklarifikasi dan didalami pengetahuannya.

(Arif Muhammad Ryan\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar