Ini 10 Jurusan Saintek Paling Ketat Persaingan dalam SNMPTN

Selasa, 03/12/2019 14:30 WIB
Ilustrasi SNMPTN. (Kompas)

Ilustrasi SNMPTN. (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Senin, 2 Desember 2019 kemarin, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2020 sudah dimulai.

Seleksi itu diawali dengan pendaftaran akun LTMPT untuk sekolah dan siswa.

Melansir kompas.com, jalur SNMPTN merupakan jalur seleksi PTN berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya sesuai yang ditetapkan oleh PTN dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

Waktu untuk registrasi akun LTMPT dibagi menjadi dua, yaitu untuk PDSS dan SNMPTN, dilaksanakan tanggal 2 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020 dan registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN dilaksanakan tanggal 7 Februari - 5 April 2020.

Terkait persiapan SNMPTN 2020, tidak ada salahnya untuk kembali melihat program studi ( prodi) apa saja yang memiliki keketatan atau tingkat persaingan tinggi dalam SNMPTN tahun lalu.

Hal ini dapat memberi gambaran siswa, bagaimana persaingan di prodi yang akan dituju.

Berdasarkan data LTMPT 2019, sebanyak 92.331 siswa dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 yang telah diumumkan pada 22 Maret 2019 pukul 13.00 WIB.

Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari total pendaftar sebanyak 478.608 siswa, termasuk 26.217 siswa di antaranya merupakan penerima beasiswa Bidikmisi.

Lalu prodi rumpun sanitek (sains dan teknologi) apa saja yang memiliki tingkat keketatan tinggi dalam SNMPTN tahun lalu?

10 prodi saintek terketat dalam SNMPTN 2019

1. Prodi Teknik Informatika Universitas Padjajaran: 1,39 persen
2. Prodi Teknik Informatika Universitas Hasanuddin: 1,71 persen
3. Prodi Farmasi Unversitas Jenderal Soedirman: 1,77 persen
4. Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soerdirman: 1,80 persen
5. Prodi Farmasi Universitas Padjajaran: 1,80 persen
6. Prodi Farmasi Universitas Syah Kuala: 1,81 persen
7. Prodi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro: 1,82 persen
8. Prodi Psikologi Universitas Padjajaran: 1,83 persen
9. Prodi Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman: 1,86 persen
10. Prodi Keperawatan UPN Veteran Jakarta: 1,99 persen

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar