Sudah Berulang Kali, Gus Miftah: Sukmawati Harus Minta Maaf

Jum'at, 22/11/2019 05:50 WIB
Deddy Corbuzier dan Gus Miftah (Tempo.co)

Deddy Corbuzier dan Gus Miftah (Tempo.co)

Jakarta, law-justice.co - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menegaskan bahwa Sukmawati Soekarnoputri harus meminta maaf karena telah membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno.

"Ya jelas, harus minta maaf, itu melukai," kata Gus Miftah di Gedung Perpustakaan Nasional usai menghadiri penghargaan Santri Of The Year, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11) seperti melansir CNNIndonesia.com.

Ulama yang kerap berdakwah di tempat hiburan malam ini menilai, membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad atau Pancasila dengan Alquran bukan hal yang relevan. Sebab kedua hal ini bukan sesuatu yang sepadan untuk dibanding satu sama lain.

Lagi pula kata dia, membandingkan dua hal yang jelas jauh berbeda ini justru akan menimbulkan perspektif negatif di masyarakat. Karena ketika membandingkan sesuatu tentu ada kecenderungan meminta orang lain untuk memilih.

"Nanti kalau ada orang ayo kamu pilih Pancasila atau pilih Alquran, kalau orang milih Alquran seolah-olah anti Pancasila, kalau orang milih Pancasila seolah-olah anti Alquran," kata Miftah.

"Apalagi perbandingan antara Nabi Muhammad dengan Sukarno. Ini kalau bahasa saya seolah kalimatnya ini haq tapi bathil. Jadi nggak bisa dibandingkan," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah juga menyinggung soal kejadian serupa yang dilakukan oleh Sukmawati. Putri Sukarno itu tak cuma sekali ini saja mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial.

"Kan tidak hanya sekali ini sudah berulang kali, dari dulu, membandingkan adzan dengan kidung, membandingkan tusuk konde dengan jilbab, dan sekarang membandingkan nabi dengan Sukarno," kata dia.

(Ade Irmansyah\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar