Anak Chairul Tanjung Jadi Staf Khusus Presiden?

Kamis, 21/11/2019 12:50 WIB
Putri Tanjung bersama sang ayah, Chairul Tanjung. (foto: Putri_Tanjung)

Putri Tanjung bersama sang ayah, Chairul Tanjung. (foto: Putri_Tanjung)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Jokowi berencana mengumumkan para staf khusunya sore ini. Informasi yang dihimpun, nantinya para staf khusus ini akan diisi oleh tokoh-tokoh muda atau dari kalangan milenial.

Dilansir dari Tempo.co, sejumlah nama yang beredar antara lain CEO and Founder Creativepreneur Putri Indahsari atau Putri Tanjung yang juga merupakan anak dari Chairul Tanjung; pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara; perumus gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi; dan pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia.

Sumber Tempo di Istana mengatakan rencana pengumuman staf khusus ini berlangsung pukul 16.00 WIB. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Angkie.

"Untuk konfirmasinya besok (hari ini) jam 16.00 Bapak Jokowi yang akan konfirmasi sendiri, ya," kata Angkie saat dihubungi Tempo, Kamis (21/11/2019).

Senada dengan Angkie, Belva enggan menjawab kepastian penunjukannya sebagai staf khusus Jokowi. "Dikonfirmasi dengan Istana saja," kata dia lewat pesan singkat disertai emoji tersenyum.

Sedangkan Ayu Kartika Dewi menyatakan tidak bisa menjawabnya. "Masih confidential," tuturnya.

Sementara itu Tempo masih mencoba menghubungi Putri Tanjung. Manager Putri, Danu, masih belum merespon pesan singkat yang dikirimkan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi memang akan menempatkan sejumlah tokoh muda sebagai staf khususnya. Ia menjelaskan, Jokowi tidak ingin anak-anak muda yang belum memiliki pengalaman mumpuni di bidang birokrasi dipaksakan menjadi menteri. Alternatifnya adalah dengan menempatkan mereka di posisi staf khusus.

"Strateginya posisi staf khusus presiden yang tidak terbebani dengan birokrasi," kata Pratikno di Istana Merdeka, 24 Oktober lalu.

"Kalau kami menemukan anak muda yang pengalaman birokrasinya kuat, ya jalan. Tapi kalau enggak menemukan jangan sampai nanti malah justru men-downgrade dia. Anak muda potensial diberi tugas berat malah tidak perform, kasihan," ucapnya.

(Arif Muhammad Ryan\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar