Soal Oposisi, Partai Berkarya: Kami Tak Ingin PKS Sendirian

Rabu, 20/11/2019 07:45 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019). (Medcom.com)

Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019). (Medcom.com)

Jakarta, law-justice.co - Sekretaris Jendral Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya tak ingin melihat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjuang sendirian sebagai partai oposisi pemerintah ditengah situasi perpolitikan Indonesia saat ini.

Kata dia, Partai Berkarya akan menemani PKS untuk memberikan pelbagai gagasan alternatif untuk pemerintah agar demokrasi Indonesia tak terpuruk selama lima tahun kedepan.

"Kami tak ingin membiarkan PKS sendirian dalam situasi perpolitikan yg sekarang ini. Biarlah nanti muncul gagasan-gagasan alternatif untuk bangsa dan kualitas demokrasi ke depan, kita tak ingin demokrasi ambruk," kata Priyo seperti melansir CNNIndonesia.com.

Lebih lanjut, Priyo mengatakan pihaknya ingin membuat proses demokrasi di Indonesia selama lima tahun ke depan lebih berkualitas.

Ia tak ingin penguasa saat ini leluasa untuk berkuasa tanpa adanya pihak penyeimbang yang mampu mengkritisi kebijakan yang tak berpihak bagi masyarakat.

"Hal ihwal yang baik pasti kami dukung, kami akan kritisi hal-hal yang kurang baik," kata dia

Melihat hal itu, Priyo enggan menyebut partainya sebagai oposisi pemerintah. Ia lebih senang Partai Berkarya disebut sebagai parpol penyeimbang yang kritis terhadap pemerintahan Jokowi.

"Dan manakala pemerintah melakukan baik kami dukung. Tapi jangan biarkan pemerintah itu sendirian tanpa pengawasan, jangan biarkan hanya mem-beo, tanpa melakukan koreksi," kata dia.

Senada dengan Priyo, Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto menekankan bahwa memang tak ada istilah oposisi dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia.

Ia menyebut Partai Berkarya akan tetap berkomitmen dan berpihak pada masyarakat. Salah satu upayanya, lanjut dia, Berkarya akan memberikan alternatif kebijakan bagi pemerintah bila suatu kebijakan tak berpihak bagi masyarakat.

"Tetapi kalau tidak baik, tentunya kami akan menyuarakan juga untuk rakyat bagaimana yang lebih baik dan bagaimana solusinya juga untuk kebaikan itu. Itu yang akan kami lakukan dalam waktu-waktu ke depan," kata dia.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar