BNPT: Aksi Terorisme di Indonesia Lebih karena Faktor Ekonomi

Senin, 18/11/2019 12:30 WIB
Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap terduga teroris (istimewa)

Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap terduga teroris (istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut bahwa orang yang melakukan aksi terorisme di Indonesia ada beberapa faktor.

Namun menurut Deputi Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris, yang utama adalah dikemas dengan pemahaman-pemahaman agama.

Menurut Irfan, mereka yang melakukan aksi terorisme dengan faktor agama, karena tidak memiliki pemahaman yang luas mengenai agama tersebut.

"Di negara (teroris) lebih banyak faktor ekonomi tetapi lebih dikemas tafsiran agama, dengan jihad diarahkan satu makna. Tafsiran hijrah diarahkan satu makna, tafsiran thogut diarahkan satu makna. Dan tafsiran kafir itu dipaksakan ke semua orang, bukan hanya polisi," kata Irfan seperti melansir vivanews.com.

Melihat fenomena saat ini, menurut Irfan, ada kenaikan tren yang dulu para terorisme itu dilakukan oleh suami dan tidak membawa anak serta istrinya. Tapi kini telah membawa keluarga.

Dalam kesempatan itu, ia menambahkan bahwa pelaku teror di negeri pun mereka kerap kali belajar di media sosial. Akibatnya, informasi yang didapatkan pun tidak terverifikasi dengan baik.

"Orang-orang yang galau, yang sudah terindikasi (terpapar), mencari situs-situs seperti itu. Setelah ditemukan, ya sudah, jadi dia," ujarnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar