Identitas Disembunyikan, Penabrak GrabWheels Anak Pejabat?

Kamis, 14/11/2019 19:50 WIB
Ilustrasi (Detik.com/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ilustrasi (Detik.com/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, law-justice.co - Dua orang pengguna GrabWheels tewas ditabrak mobil camry. Pelaku berinisial DH disebut-sebut merupakan anak pejabat. Perbincangan ini pun tengah ramai di media sosial.

Dilansir dari Detik.com, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar saat dikonfirmasi enggan membuka identitas pengemudi mobil yang menabrak pengguna GrabWheels itu. Fahri merahasiakan identitas penabrak yang sudah menjadi tersangka itu.

"Maaf, identitas tidak bisa kita buka, `kan data privasi," kata Kompol Fahri kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).

Fahri enggan menanggapi cuitan-cuitan netizen yang menuding jika tersangka merupakan anak orang penting maupun anak jenderal. Identitas tersangka menurut polisi tidak ada keterkaitannya dengan kronologi kecelakaan lalu lintas sehingga polisi tidak perlu mengungkap identitas tersangka.

"Maaf, kita hanya bisa rilis yang terkait langsung dengan kronologis kejadian," ungkap Fahri.

Insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan 2 pengguna GrabWheels tewas saat melintas di sekitar fX Sudirman, Jakarta, terjadi pada Minggu (10/11) sekitar pukul 03.45 WIB. Pengemudi Toyota Camry berinisial DH diketahui dalam keadaan mabuk saat menabrak kedua korban, Ammar dan Wisnu.

"Kalau dari hasil pemeriksaan urine tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi kalau dari hasil pemeriksaan alat tiupnya untuk mengetahui alkohol, memang dia meminum alkohol, dipengaruhi alkohol," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Fahri menuturkan DH sebelumnya minum minuman beralkohol dari suatu tempat. Setelah itu, terjadilah kecelakaan.

"Setelah dari suatu tempat, dia minum alkohol, terjadi laka lantas. Tapi kalau konsentrasi kita masih dalami, kita pastikan karena ini juga ada pengaruh masalah kecepatan juga, pada saat dia menyalip, kecepatannya 40 sampai dengan 50 (km) di jalan yang sepi yang kayak begitu jam 03.45 WIB, tentunya ini sangat membahayakan," imbuh Fahri.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar