Ekonom Senior: Gojek Hanya Hasilkan Tenaga Kerja Kualitas Rendah

Senin, 11/11/2019 07:00 WIB
Driver Gojek (Gizmologi.id)

Driver Gojek (Gizmologi.id)

Jakarta, law-justice.co - Platform jasa transportasi daring sebagai peluang ekonomi baru dikritisi Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini.

Menurut dia, meski profitnya besar, perusahaan semacam ini dinilai tak mengangkat kualitas para pekerjanya.

Dia mencontohkan dengan Gojek, perusahaan jasa transportasi daring yang diinisiasi Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Didik, Gojek dan transportasi daring lainnya hanya menampung tenaga kerja informal, yang jumlahnya sangat besar di Indonesia.

“Kelompok ini tergolong setengah pengangguran, produktivitasnya rendah, kualitas pekerjaan juga rendah dan upah yang rendah pula,” ujar dia seperti melansir indonesiainside.id.

“Pengojek selama puluhan tahun dengan kapasitas seperti itu akan tetap kualitasnya tidak akan naik dan abadi menjadi pekerja informal yang rendah produktivitasnya,” imbuh dia.

Didik menyebut kondisi ini adalah pekerjaan rumah Mendikbud, Nadiem Makarim apakah bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Untuk melihat apakah visi mengambangkan kualitas sumber daya manusia berhasil atau tidak, tinggal lihat saja apakah tenaga kerja yang ada di Gojek meningkat sampai 5 tahun ke depan.

“Itu saja indikator dasarnya, baru yang lain-lain. Di uji di aspek mikro ini saja, tetapi mewakili jajaran tenaga kerja menganggur terselubung, yang masuk Gojek,” kata Didik.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar