Tugas Nadiem Dinilai Berat, Harus Dibantu 2 Wamen

Minggu, 10/11/2019 21:30 WIB
Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim (kompas)

Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo sudah mengangkat sejumlah wakil menteri untuk membantu kerja para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Namun, tidak semua kementerian mendapat jatah yang sama, salah satunya hingga saat ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Padahal menurut Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji, Kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim begitu berat, mencakup pendidikan dasar hingga perguruan tinggi lalu kebudayaan. Menurut dia harus ada yang membantunya, bahkan sebaiknya lebih dari satu orang.

"Terlalu berat bila Mas Nadiem Makarim hanya bekerja sendiri. Beliau harus punya wakil mendikbud minimal dua orang," kata Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji di Jakarta, Minggu (10/11) seperti dikutip dari JPNN.

Meski begitu dia belum memberi tahu siapa orang yang pas mengisi posisi tersebut. Namun, setidaknya kedua orang tersebut harus bisa berkolaborasi dengan daerah. Bukan yang hanya memerintah.

“Selama ini di Kemendikbud mindset-nya mereka ingin daerah ikut, itu tidak bisa. Pemda itu harus diajak kolaborasi. Problemdi daerah kan beragam. Ada yang SDM-nya tidak mengerti mau ngapain dan gimana caranya. Sebetulnya sama kondisinya seperti Mas Nadiem, bukan orang yang terjun di dunia pendidikan, tetapi disuruh memegang pendidikan. Bedanya, Mas Menteri mau belajar. Di daerah, belum tentu mau belajar," jelas Indra.

Saat ini, lanjut Indra, dibutuhkan figur wamendikbud yang mau ke daerah, bicara ke daerah tanpa bersifat komando. Termasuk menginformasikan begaimana cara mengelola pendidikan, termasuk bagaimana pusat membantu. Indra menambahkan, mengelola pendidikan harus jadi gerakan bersama dan gotong royong.

Karenanya, Wamendikbud ini harus diisi orang yang tidak punya ego dan kepentingan pribadi. Apalagi, bukan karena posisi wamendikbud diadakan untuk mengakomodir kepentingan golongan tertentu sebagai balas jasa dalam Pilpres 2019.

"Mas Nadiem butuh wamen yang bisa koordinasi. Karena berat banget tugasnya, belum diktinya, belum menyentuh kebudayaan. Saya berharap, wamendikbud yang ditunjuk nanti benar-benar orang yang pas dan bukan karena unsur pesanan," tandasnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar