Rp 1 T Investasi Asing Kabur di Drama Hari Ke-2 Kabinet Jokowi

Rabu, 23/10/2019 08:10 WIB
Pidato saat pelantikan Presiden Joko Widodo (beritalima.com)

Pidato saat pelantikan Presiden Joko Widodo (beritalima.com)

Jakarta, law-justice.co - Pengunduran pengumuman Kabinet Kerja Jilid II yang sedianya bakal diumumkan Presiden Jokowi Senin lalu membuat langkah investor asing masih galau.

Tercatat, data BEI, hingga Senin sore kemarin, net sell asing atau aksi jual asing mencapai Rp 58,09 miliar di semua pasar.

Untuk pasar reguler net sell Rp 45,95 miliar dan pasar nego dan pasar tunai net sell Rp 12,14 miliar.

Bahkan di sesi I, terjadi aksi jual bersih investor asing hingga Rp 99,55 miliar di pasar reguler, sementara pasar nego dan tunai asing masuk (net buy) Rp 6,09 miliar.

Dalam sepekan perdagangan terakhir, asing keluar Rp 1,15 triliun di pasar reguler dan year to date atau tahun berjalan asing kabur Rp 18,93 triliun. Secara year to date, IHSG naik tipis 0,07%.

Sebelumnya seperti melansir CNBCIndonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin kemarin (21/10/2019) ditutup di zona hijau pada akhir sesi dua, naik 0,11% ke level 6.198,99.

Saat awal pembukaan perdagangan, indeks saham acuan di Indonesia sempat menguat 0,26% ke level 6.207,89.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kinerja IHSG kemarin di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+0,97%), PT HM Sampoerna Tbk/HMSP (+1,85%), PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (+0,7%), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (+2,07%), dan PT Adaro Energy Tbk/ADRO (+4,2%).

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,25%, indeks Shanghai menguat 0,05%, indeks Hang Seng terapresiasi 0,02%, indeks Straits Times terkerek 0,95%, dan indeks Kospi bertambah 0,2%.

Sentimen positif bagi bursa saham Benua Kuning datang dari optimisme bahwa perekonomian AS masih tumbuh cukup tinggi. Hal ini dibuktikan oleh rilis kinerja keuangan yang oke dari perusahaan-perusahaan yang melantai di AS.

Mengutip data dari Factset, sebanyak lebih dari 70 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 mengumumkan kinerja keuangan periode kuartal III-2019 pada pekan lalu. Dari sebanyak lebih dari 70 perusahaan tersebut, 81% membukukan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi analis.

Salah satu perusahaan yang membukukan kinerja kinclong adalah J.P. Morgan Chase yang merupakan bank terbesar di AS dari sisi aset.

Pada kuartal III-2019, perusahaan membukukan pendapatan senilai US$ 30,1 miliar, mengalahkan ekspektasi yang senilai US$ 28,5 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham tercatat berada di level US$ 2,68, juga di atas ekpektasi yang senilai US$ 2,45.

Drama Kabinet Jokowi, Asing Masih Kabur

Dari dalam negeri, optimisme untuk melakukan aksi beli di pasar saham datang menjelang pengumuman kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Minggu kemarin (20/10/2019), Jokowi resmi mengemban periode keduanya sebagai presiden pascadilantik di Gedung MPR/DPR RI. Ditemani wakilnya yang baru yakni Ma`ruf Amin, Jokowi akan kembali menjadi nahkoda Indonesia selama lima tahun ke depan.

Namun ternyata, pengumuman kabinet baru diundur hingga hari Rabu (22/10/2019). Hal ini diketahui setelah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD selesai menghadap Jokowi di Istana Negara pada Senin kemarin (21/10). Mahfud diketahui dipanggil Jokowi terkait dengan seleksi untuk menjadi menteri.

"Rabu saya kembali lagi jam 07.00 untuk diperkenalkan, jam 09.00 penyerahan SK, sesudah itu pelantikan," ujar Mahfud di Istana Negara usai menghadap Jokowi, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Sejauh ini, ada satu nama yang begitu diinginkan pelaku pasar untuk kembali dibawa oleh Jokowi ke periode dua, yakni Sri Mulyani Indrawati yang dalam periode satu Jokowi menjabat sebagai menteri keuangan.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar