Dua Pesawat Lion Air Jenis Boeing 737 NG Juga Retak

Selasa, 22/10/2019 15:30 WIB
Lion Air (Okezone)

Lion Air (Okezone)

Jakarta, law-justice.co - Dua pesawat milik maskapai penerbangan PT Mentari Lion Airlines atau Lion Air jenis Boeing 737 NG ditemukan retak.

Sebelumnya, keretakan pesawat serupa telah ditemukan pada dua armada milik Sriwijaya Air dan satu milik Garuda Indonesia.

Keretakan ditemukan di bodi pesawat Lion Air setelah manajemen melakukan inspeksi terhadap armadanya.

“Ada dua pesawat kami terindikasi rusak atau ada retakan setelah dilakukan inspeksi,” ujar juru bicara Lion Air, Danang Mandala seperti melansir tempo.co.

Danang belum menggamblangkan langkah yang akan dilakukan entitasnya terhadap dua pesawat tersebut.

Sebelumnya, Vice Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan entitasnya saat ini tengah menunggu kebijakan dari produsen Boeing 737 NG tersebut, yaitu Boeing Co.

“Kami sedang koordinasi dengan Boeing untuk maintenance (perbaikan),” ujar Ikhsan saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin, 14 Oktober 2019.

Manajemen Garuda Indonesia telah menyurati Boeing.Co. terkait masalah ini. Namun, saat ini perusahaan pelat merah itu belum memperoleh kepastian. Ikhsan memungkinkan entitasnya akan meminta kompensasi terhadap kerusakan yang terjadi.

Dengan temuan retakan terakhir di armada Lion Air, saat ini di Indonesia tercatat ada lima pesawat Boeing 737 NG yang rusak.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti mengatakan telah memanggil pihak Boeing untuk menindaklanjuti retakan itu.

"Sambil memperoleh penanganan teknis, kita sudah minta supaya di-grounded dahulu pesawatnya," kata Polana, Sabtu lalu.

Boeing Co. mengakui terdapat 38 retakan struktural pada pesawatnya berjenis 737-NG di seluruh dunia.

Temuan itu membuat Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat meminta perusahaan maskapai penerbangan yang mengoperasikan 737-NG memeriksa seluruh kondisi pesawatnya.

FAA menyatakan saat ini ada 165 dari 200 Boeing 737 NG yang terhitung sudah tua dan mengalami retakan struktural.

Sejumlah kecil pesawat yang berbasis di Amerika Serikat dan telah berhenti beroperasi sementara. Boeing tengah mempersiapkan instruksi untuk perbaikan dan pergantian bagian-bagian yang rusak.

Dari hasil inspeksi pada pesawat Boeing 737 NG, diketahui 5 persen di antaranya mengalami kerusakan pada bagian pickle fork—setiap pesawat memiliki empat pickle fork.

Satu dari seratuasn pesawat yang rusak itu dioeprasikan oleh Garuda Indonesia.

Boeing 737 NG adalah generasi ketiga dari jenis pesawat 737 yang diproduksi Boeing Co. Sebelum Boeing 737-NG dikandangkan, produsen pesawat itu sudah menghentikan produksi dan operasi pesawt versi teranyarnya, yaitu 737 MAX.

Boeing 737 Max digrunded setelah insiden kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air terjadi berturut-turut dalam waktu 6 bulan.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar