9 Negara ini Membayar Rakyatnya untuk Berhubungan Intim

Senin, 14/10/2019 18:31 WIB
Ilustrasi (Tempo)

Ilustrasi (Tempo)

law-justice.co -  Para ahli demografis mengklaim bahwa suatu negara butuh tingkat kesuburan lebih dari 2 anak per wanita untuk mencapai kesuburan pengganti. Ini merupakan tingkat di mana kelahiran baru dapat mengisi ruang yang ditinggalkan oleh kematian.

Namun, karena pengaruh ekonomi dan budaya, hanya sekitar setengah dari 224 negara di dunia yang mencapai kesuburan penggantin. Melansir dari Liputan6, Bagi yang tidak, pemerintah negara mereka bahkan melakukan berbagai cara agar penduduknya mau berhubungan seks. Negara apa saja?

1. Singapura

Singapura memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia, hanya 0,81 anak per wanita. Pada Agustus 2012, pemerintah bahwa menyelenggarakan National Night yang bertujuan untuk mendorong pasangan agar mau memiliki anak.

Setiap tahun, pemerintah Singapura menghabiskan sekitar US$ 1,6 miliar untuk program agar penduduk mereka lebih banyak berhubungan seks.

2. Denmark

Negara Nordik yang kecil ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah, hanya sekitar 1,73 anak per wanita. Denmark sampai-sampai membuat video kampanye agar warganya mau berhubungan seks dan punya anak. Video tersebut menjelaskan kalau memiliki anak akan membuat bahagia orang tua mereka dengan kehadiran cucu.

3. Rusia

Berdasarkan laporan Insider Tech, badai demografis tengah melanda negara ini. Pria muda sekarat karena HIV/AIDS dan alkohol, sementara para wanitanya tidak memiliki bayi. Masalah tersebut membuat pemerintah Rusia pada tahun 2007 menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari Konsepsi.

Pada hari ini, orang-orang diberikan hari libur untuk fokus memiliki anak. Dilansir laman Liputan6, wanita yang melahirkan anak tepat 9 bulan kemudian, memenangkan hadiah berupa kulkas.

4. Jepang

Tingkat kesuburan orang Jepang begitu rendah sejak 1975. Berhubungan seks menjadi sesuatu yang membosankan di negara tersebut. Bahkan, banyak pria yang memilih mengurung diri di dalam kamar dan menjadi budaya.

Untuk mengimbangi hal tersebut, pada tahun 2010 sekelompok mahasiswa dari Universitas Tsukuba, bahkan memperkenalkan Yotaro, bayi robot. Tujuannya dengan mengasuh bayi ini, diharapkan pasangan siap secara emosi saat memiliki anak.

5. Rumania

Sejak tahun 1960, pertumbuhan penduduk cenderung datar di Rumania. Ini bahkan mendorong pemerintah untuk mengenakan pajak penghasilan 20% bagi pasangan yang tak memiliki anak.

Pada tahun 1989 saat kepemimpinan Rumania berubah, jumlah pertumbuhan penduduk sedikit naik. Tapi 1,31 anak per wanita merupakan perbandingan yang masih kecil sehingga tingkat kesuburan di sana masih jauh di bawah yang seharusnya.

6. Korea Selatan

Dengan tingkat kesuburan hanya 1,25 anak per wanita, negara ini mengambil langkah apa pun yang bisa dilakukan untuk mempromosikan kehidupan berkeluarga. Pemerintah bahkan menawarkan insentif uang tunai pada orang-orang yang memiliki lebih dari satu anak.

7. Italia

Dengan tingkat kesuburan 1,43, jauh di bawah rata-rata Eropa, pemerintah Italia telah mengambil langkah kontroversial untuk mendorong warga mereka memiliki lebih banyak anak. Seperti yang dilaporkan Bloomberg, pemerintah negara ini bahkan telah membuat iklan yang mengingatkan bahwa waktu terus berjalan sementara anak tak datang begitu saja.

8. Hong Kong

Dengan tingkat kesuburan hanya 1,18 anak per wanita, Hong Kong menghadapi tantangan yang sama dengan banyak negara industri: tak cukup orang muda untuk menggantikan yang tua. Ini berdampak pada populasi yang makin berkurang dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

9. Spanyol

Tingkat kesuburan di Spanyol telah merambat ke tingkat pengangguran mereka. Sekitar setengah dari anak muda di Spanyol tak memiliki pekerjaan, ini tertinggi kedua di Eropa setelah Yunani.

Untuk melawan tren yang mengkhawatirkan, pemerintah Spanyol bahkan menyewa komisaris khusus untuk menemukan penyebab tren tidak mau memiliki anak serta strategi membalikkan hal tersebut.

(Gumilang Hidayat\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar