Saat Jalan Santai, Turis Temukan Kokain di Pantai

Sabtu, 12/10/2019 16:02 WIB
Kokain yang ditemukan tak sengaja oleh turis AS di Filipina (Detik.com)

Kokain yang ditemukan tak sengaja oleh turis AS di Filipina (Detik.com)

Jakarta, law-justice.co - Saat jalan-jalan santai di sebuah pantai daerah Filipina, turis asal Amerika Serikat (AS) dikejutkan oleh penemuan kokain.

Menurut catatan, pada bulan Juli 2019 lalu, wisatawan di Filipina dikejutkan dengan penemuan paket kokain. Tepatnya, di pesisir pantai Kota Mauban, Provinsi Quezon.

Melansir dari Detik.com, Jumat (11/10/2019), paket-paket kokain tersebut dibungkus selotip, ditempeli logo minuman dan berbentuk kotak, yang terlihat seperti batu bata. Jumlah paket kokain yang ditemukan sudah mencapai angka puluhan. Kalau digabung, paket kokainnya diperkirakan seharga 472 juta Peso Filipina atau setara Rp 129 M!

Usut punya usut, penemuan paket kokain tersebut sudah ada di Filipina sejak dari bulan Februari 2019 lalu. Kepolisian Filipina menyebutkan ada 4 provinsi lokasi penemuan paket-paket kokain. 4 Provinsinya yakni Kepulauan Dinagat, Surigao del Norte, Camarines Norte dan Quezon.

Terbaru, wisatawan di South Carolina, AS juga dihebohkan dengan hal serupa. Satu keluarga sedang berwisata di Pulau Fripp dan dikejutkan dengan tumpukan yang mirip batu bata.

Sumber (AFP dan Detik)

Setelah disobek dengan pisau, ternyata isinya kokain. Mereka langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Total beratnya mencapai 20 kg, yang dipekirakan harganya USD 600.000 atau sekitar Rp 8,4 M!

Kembali ke Filipina, Philippine Drug Enforcement Agency menyebut, penemuan kokain yang mengambang tersebut ada banyak sebabnya. Bisa jadi, dibuang oleh kapal-kapal karena akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak keamanan ketika melintasi suatu negara.

"Pelaku mungkin telah membuang kokain-kokain itu karena sedang dikejar oleh Angkatan Laut Papua Nugini. Kemungkinan, mereka akan mengirimnya ke Australia," ujar Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Oscar Albayalde.

Namun bisa saja, kokain itu sengaja ditenggelamkan di dalam laut. Paket-paket kokainnya akan ditaruh di dalam jaring kemudian ditenggelamkan dengan jangkar. Kemudian, para pembeli akan menyelam dan mengambilnya.

Nah bisa jadi, paket-paket kokain yang ditenggelamkan itu terbawa arus atau jaringnya rusak. Sehingga mengambang ke permukaan, sampai tercecer ke pesisir pantai.

"Tapi, bisa jadi taktik `Floating Cocaine` adalah pengalihan," kata Direktur Jenderal PDEA (Philippine Drug Enforcement Agency) Aaron N Aquino.

"Sementara semua pasukan pemerintah fokus pada operasi untuk mengambil kokain yang mengambang, kami percaya sindikat narkoba dapat mengambil kesempatan untuk menyelundupkan barang haram tersebut," lanjutnya.

Khusus di Filipina, kepolisian setempat sedang menyisir dan mendalami kasus tersebut lebih mendalam.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar