Jangan Asal Kencing Saat Berlibur di Bali, Ini Akibatnya

Sabtu, 12/10/2019 14:29 WIB
Istimewa

Istimewa

law-justice.co - Pohon yang berselimut kain poleng atau bercorak hitam-putih, merupakan pemandanan yang lazim Anda lihat saat berada di Pulau Bali.

Sebagai wisatawan yang datang ke Bali, tentu perlu menghormati adat istiadat yang berlaku di pulau dewata. Salah satunya, tentu saja, jangan sembarangan buang air kecil, apalagi di pohon.

Nyoman Suani, serati banten alias ahli membuat sajen khas Bali, mengatakan, wisatawan terutama laki-laki harus berhati-hati saat buang air kecil di pohon. 

"Kalau mau buang air kecil harus permisi," kata Nyoman Suani saat ditemui di stan mengulat janur di acara Pekan Kebudayaan Nasional di Istora, Senayan, Jakarata, Selasa (8/10) lalu

"Apalagi, jika ada pohon yang diberi sarung kotak-kotak, jangan buang air kecil di sana, karena kalau sudah diberi sarung sudah sangat sakral," ujar dia.

Nyoman Suani menjelaskan, jika pohon yang sudah diberi sarung dengan corak hitam dan putih, itu berarti dipandang sakral atau disucikan oleh orang Bali. Jadi, pohon tersebut jangan sampai diludahi apalagi dikencingi. Kerap kali jika tidak ada toilet, tujuan utama untuk buang air kecil adalah pohon. 

"Banyak turis atau pendatang yang tidak percaya, ada yang iseng sengaja buang air kecil di bawah pohon lalu orang itu sakit-sakitan dan harus minta maaf dengan roh halus dari pohon yang dia kencingi," ungkapnya.

Karena itu, Nyoman Suani berharap, para wisatawan yang datang ke Bali bisa menghormati setiap adat dan kebudayaan yang ada di pulau seribu pura ini. Agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan, wisatawan dihimbau untuk menghormati dan tak melawan aturan yang sudah berlaku di Bali.

Dilansir dari Kontan, Meski Anda tidak percaya pada hal mistis seperti ini, sebaiknya saat berkunjung ke suatu tempat sebagai wisatawan harus menjunjung dan menghormati adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut.

Pada beberapa tempat wisata di Bali juga kerap ada imbauan berupa papan peringatan untuk tidak buang air kencing di tempat tersebut. Biasanya, di beberapa area sakral termasuk pohon-pohon yang disucikan.

(Gumilang Hidayat\Editor)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar