Politik Dinasti Demokrat, AHY Ditunjuk SBY Jadi Waketum

Jum'at, 11/10/2019 17:54 WIB
SBY dan AHY (topmetro.news)

SBY dan AHY (topmetro.news)

Jakarta, law-justice.co - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditunjuk oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Wakil Ketua Umum Partai.

Melansir dari Detik.com, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan putra kedua SBY, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyetujui penunjukan tersebut.

"Penunjukan Mas AHY sebagai waketum itu bukan penunjukan sepihak yang dilakukan oleh Ketua Umum kami, Pak SBY, tetapi itu keputusan partai, di mana juga semua pimpinan partai menyetujuinya, termasuk Mas Ibas sendiri," kata Ferdinand kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

Ferdinand mengatakan ruang gerak SBY pun terbatas untuk menyerap aspirasi kader di akar rumput. Karena itulah, partainya membutuhkan sosok waketum yang lebih segar untuk mengemban tugas tersebut.

"Dan waketum-waketum kita yang lain juga kan memang seperti Pak Cornel, Pak Djoko Udjianto, memang aktif, tetapi tetap kurang untuk melayani, menyerap aspirasi dari seluruh kader kami dari daerah. Tentu Mas AHY yang masih muda dan mampu cekatan untuk berkeliling Nusantara kembali ya. Jadi di situlah kebutuhan organisasi yang kita lakukan," ungkapnya.

Sementara itu, dikatakan Ferdinand, Ibas telah memiliki tugas besar dengan memimpin Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) Partai Demokrat. Menurutnya, organisasi yang dinakhodai Ibas ini selalu aktif untuk memperjuangkan suara partai.

"Beliau ini membawahi organisasi yang cukup besar juga. Karena KPP ini organisasi pemenangan pemilu yang aktif sepanjang masa, karena dia bekerja merancang, merancang, merancang, termasuk pilkada dan lain-lain. Jadi tugasnya bukan kecil, tetapi sangat besar," ujar Ferdinand.

Hubungan AHY dan Ibas pun dipastikan Ferdinand tetap baik. Kedua putra SBY itu disebut saling membantu dan tidak terlihat ada konflik di antara mereka.

"Mas AHY dan Mas Ibas itu cukup kerja sama yang baik ya, dan tidak ada masalah konflik. Kami yang selalu bersama-sama dengan mereka rata-rata setiap hari melihat kerja sama politik yang cukup baik, cukup saling mengisi, saling membantu, saling mem-backup, dan tidak ada terlihat konflik sama sekali," beber Ferdinand.

"Jadi kalau pertanyaannya apakah Mas Ibas setuju, ya tentu keputusan ini sudah keputusan bersama dan sudah disetujui dan bahkan ini sangat didukung oleh beliau sendiri. Yang kami saksikan setiap hari bahwa kerja sama politik antara AHY dengan Mas Ibas itu saling mengisi, saling membantu, dan saling melengkapi keduanya untuk membesarkan partai ini," imbuhnya.

Seperti diketahui, AHY sudah dua bulan ini ditunjuk sebagai Waketum PD. Dia menegaskan pergantian pengurus merupakan hak Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dua bulan ini, tapi resminya kan nunggu pengesahan Depkum HAM. Pergantian pengurus hak Ketum. (AHY) sudah bisa disebut Waketum," ucap Wasekjen Demokrat Andi Arief.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar