Acara Muslim United Dilarang, Sultan: Kita yang Punya Rumah

Jum'at, 11/10/2019 15:17 WIB
Sultan HB X (serikatnews.com)

Sultan HB X (serikatnews.com)

Jakarta, law-justice.co - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, tidak memberikan izin penggunaan Kagungan Ndalem (KgD) Masjid Gedhe Kauman untuk kegiatan Muslim United #2.

Sultan HB menegaskan keputusan itu dengan pernyataan bahwa Masjid Gedhe Kauman milik Keraton Yogyakarta.

"Kita kan yang punya rumah," kata Sultan HB X kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/10/2019).

Gubernur DIY ini enggan menggapai acara Muslim United #2 di Kompleks Masjid Gedhe Kauman lebih jauh.

"Kan (Keraton) tidak mengizinkan," lanjutnya seperti dilansir dari Detik.com.

Selain itu, hingga saat ini polisi belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin kegiatan tersebut.

"Sampai saat ini Polsek, Polresta, maupun Polda belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin kegiatan tersebut," kata Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan pagi tadi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir juga angkat bicara terkait keputusan Keraton Yogya ini.

"Kami menghargai setiap pilihan-pilihan kebijakan (Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang tidak mengizinkan penggunaan Masjid Gede untuk acara Muslim United). (Khususnya) ketika kebijakan itu diambil untuk menjaga keutuhan masyarakat, keutuhan bangsa," kata Haedar saat ditemui di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/2019).

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar