Selain Pemabuk & Penjudi, Penusuk Wiranto Tak Pernah Sholat Jumat

Jum'at, 11/10/2019 14:54 WIB
Pelaku Penyerangan Menkopolhukam Wiranto. (Pojoksatu)

Pelaku Penyerangan Menkopolhukam Wiranto. (Pojoksatu)

Jakarta, law-justice.co - Pelaku penikaman Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara ternyata pernah bisnis perjudian dan kemudian digrebek oleh polisi di Medan.

Alam yang yang telah memiliki dua orang anak perempuan itu telah bercerai dengan istrinya. Perpisahan itu diduga akibat sang suami tidak memiliki pekerjaan menetap.

Untuk aktivitas kesehariannya, Alam kerap mengikuti jamaah pengajian. Namun warga tidak begitu mengetahui pengajian apa. Namun, pria yang diduga masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu selalu menutup diri di dalam rumah.

“Dulu, sebelum dia (Alam) cerai dengan istrinya, sempat buka mesin judi dindong. Pernah pun digerebek polisi. Setelah itu, kami lihat dia (Alam) memilih untuk menekuni main laptop dan komputer di rumah,” beber warga seperti melansir jawapos.com.

Selain itu, Syahrial Alamsyah juga diketahui pernah berperilaku buruk setelah ditinggalkan istri pertamanya.

Dian Susanto, 48, teman semasa kecil Syahrial mengatakan kalau Syahrial pernah mendekam di balik jeruji besi.

Itu terjadi pada pernikahan keduanya. Pihak keluarga dari istri keduanya yang disebut-sebut bernama Yuni, tidak setuju Yuni menikah dengan Syahrial.
Karena itu, setelah mereka `kawin lari` pihak keluarga Yuni melaporkan Syahrial ke polisi dan ia mendekam di sel Mapolrestabes Medan sekitar dua bulan.

Syahrial juga pernah berperilaku gemar mabuk-mabukan. Itu berlangsung setelah Syahrial ditinggalkan istri pertamanya. Bahkan Dian yakin Syahrial pernah menggunakan narkoba.

"Saya paham lah, mana mabuk karena minum dengan mabuk karena narkoba," ujarnya seperti melansir MediaIndonesia.com.

Keterangan selanjut berasal Mulyadi, Ketua RT 4, RW 1, Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Menurut Mulyadi, Abu Rara tidak pernah terlihat ikut beribadah salat Jumat yang ataupun salat berjamaah dengan warga lainnya.

Padahal, masjid di Kampung Sawah hanya berjarak 100 meter dari rumah kontrakan yang ditempati Abu Rara.

"Enggak ikut pengajian. Salat Jumat juga enggak pernah," terangnya seperti melansir beritaislam.org.

Sebelumnya kemarin, Wiranto ditikam pada bagian perut di dekat pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Pelaku laki-laki atas inisial SA alias Abu Rara. Sementara sang istri berinisial FA.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Dedi Prasetyo menjelaskan, dua pelaku awalnya berpura-pura hendak menyalami Wiranto.

"Ya pelaku mencoba bersalaman, seperti warga bertemu pejabat," ujar Dedi saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Kamis siang.

Setelah berhasil mendekati Wiranto, pelaku laki-laki yang berinisial SA alias Abu Rara langsung mengeluarkan pisau kecil dan melayangkan tikaman ke perut Wiranto.

"Laki-laki membawa senjata tajam. Ini masih didalami, pisau atau gunting," ujar Dedi.

Setelah ditusuk, Wiranto pun jatuh, nyaris tersungkur. Dia terlihat memegang perut bagian bawah.

Pelaku diduga kuat terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Jawa Barat.

Kamis sore, Wiranto menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

"Saat ini, beliau masih dalam penanganan oleh tim dokter di RSPAD dalam proses operasi," ujar Presiden Joko Widodo, usai menjenguk Wiranto.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar