Bripda Nesti yang Terpapar ISIS Direkomendasikan Dipecat

Jum'at, 04/10/2019 18:01 WIB
Polwan terpapar ISIS ditangkap polisi (Solopos.com)

Polwan terpapar ISIS ditangkap polisi (Solopos.com)

Jakarta, law-justice.co - Jajaran Polri telah disusupi oleh polwan yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS (Islamic State in Iraq and Syria).

Melansir dari Jawapos.com, Jumat (4/10/2019), anggota tersebut adalah Bripda Nesti (23). Polwan terpapar ISIS tersebut tengah diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian.

“Sementara ini dia diduga terpapar kepada paham-paham radikalisme dari ISIS, tetapi masih didalami,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Nesti diketahui merupakan Polwan yang ditugaskan di Satuan Logistik Polda Maluku Utara. Jam kerjanya rutin dari pagi sampai dengan sore hari.

Asep mengatakan Nesti sudah dua kali ditangkap dalam kasus radikalisme. Pertama dia ditangkap di Surabaya sekitar bulan Mei, selanjutnya diamankan kembali di Solo belum lama ini. Dia diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah.

“Waktu diamankan pertama terus dia dalam pengawasan lalu hilang. Kemarin akhirnya ditangkap lagi di Solo,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih mendalami kondisi Nesti. Namun, polri telah merekomendasikan supaya dia disanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Korps Bhayangkara.

“Yang bersangkutan secara aturan di internal kami sedang menuju sidang kode etik dan nanti akan direkomendasikan di PTDH,” tegas Asep.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Suroto mengaku tidak paham bagaimana anggotanya tersebut bisa terpapar paham radikal. Namun, apabila memang terbukti, sudah sepatutnya Nesti dipecat sebagai anggota polri.

Sedangkan menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Nesti terpapar paham radikal melalui media sosial. “Dia terpapar paham ISIS melalui medsos,” tukasnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar