Demo Dibungkam dengan Nyawa, Copot Wiranto dan Tito

Minggu, 29/09/2019 18:40 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (Indopos)

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (Indopos)

[INTRO]

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama dengan ratusan umat islam Soloraya menggelar aksi solidaritas untuk Randi dan Yusuf mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang gugur saat aksi unjuk rasa.

 

Aksi doa bersama itu digelar di depan Mapolresta Surakarta, Jum’at, (27/9/2019).

 

Seperti diketahui, salah satu korban meninggal, yakni Randi merupakan kader IMM. Ia tewas tertembak saat melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Sultra, Kamis, (26/9/2019).

 

Melansir dari Jurnalislam.com, Jumat (27/9/2019), Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri menyesalkan tindakan represif aparat kepolisian dalam penanganan unjuk rasa yang memakan korban meninggal dunia luka berat maupun ringan.

 

“Mendorong pihak terkait baik Polri, Komnas HAM, Kompolnas dan Ombudsman agar melakukan pengusutan yang jujur, adil, dan transparan serta memproses hukum pelaku penembakan,” katanya.

 

Dr Muin juga meminta Presiden Jokowi untuk memecat Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang dinilainya tidak bisa menangani sejumlah aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa secara persuasif.

 

“Meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengganti Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Tito Karnavian yang bertanggungjawab atas penanganan keamanan unjuk rasa mahasiswa dan kondusivitas di Papua,” ungkapnya.

 

Dalam aksi solidaritas tersebut, massa juga melakukan shalat ghaib dan doa bersama untuk korban yang gugur saat unjuk rasa di Kendari.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar